Pengusulan UMK Garut Masih Di Bawah KHL

by

“Usulan UMK Garut, Rp1.085.000 masih di bawah ‘kebutuhan hidup layak’ (KHL), mencapai Rp1.141.000”

Garut News ( Kamis, 21/11 ).

Ilustrasi, Inilah Salah Satu Wajah Kemiskinan Buruh di Kota Garut. (Foto: John).
Ilustrasi, Inilah Salah Satu Wajah Kemiskinan Buruh di Kota Garut. (Foto: John).

Pemkab Garut merekomendasikan “Upah Minimum Kabupaten” (UMK) Garut 2014 pada Gubernur Jawa Barat Rp1.085.000.

Atawa meningkat Rp120 ribu, maupun sekitar 12,4 persen dibandingkan UMK tahun sebelumnya, Rp965.000.

“Meski kecil, tetapi ini merupakan kenaikan paling tinggi dalam besaran UMK di Garut. Selama ini, kenaikan UMK tak pernah lebih sepuluh persen,” ungkap Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Disnakersostrans kabupaten setempat, Jajang Taufik, didampingi Pengawas Ketenagakerjaan, Nurhaida Dasmina, Kamis (21/11).

Usulan kenaikan UMK 2014 tersebut, kata Nurhaida, hasil kajian dan kesepakatan Dewan Pengupahan, termasuk di pengusaha, dan asosiasi buruh.

Dikemukakan, besaran UMK Garut 2014 senilai Rp1.085.000 masih bertengger di bawah besaran “kebutuhan hidup layak” (KHL) di Kabupaten Garut, mencapai Rp1.141.000.

Kata dia, komponen paling berpengaruh terhadap kenaikan UMK atawa KHL di Kabupaten Garut, berupa adanya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

“Paling berpengaruh terutama sembako. Kita juga kan melakukan survey ke pasar-pasar, mahalnya harga sembako ini kelihatan sekali,” katanya.

Selain itu, realisasi UMK terbilang sulit. Terutama lantaran tak adanya pengaduan para pekerja, terkait upahnya masih di bawah UMK.

***** Zainul, JDH.