Pengusaha Katering Garut Kudu Berstandar Layanan Pengelolaan Makanan

0
95 views

Garut News ( Rabu, 28/01 – 2015 ).

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Pengusaha katering di Kabupaten Garut kudu miliki Standar Pelayanan Pengelolaan Makanan, menyusul kasus keracunan makanan ratusan buruh pabrik sepatu olahraga PT Chang Shin Reksa Jaya di Kecamatan Leles.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati setempat Helmi Budiman, dan menyatakan menginstruksikan dinas terkait melakukan pendataan juga pembinaan terhadap para pengusaha katering di kabupaten tersebut.

Perusahaan dan pengusaha katering setidaknya mesti memiliki izin khusus dari Dinsosnakertrans serta Dinkes, katanya.

“Saya berharap para pengusaha katering memiliki standar tersendiri pelayanan pengelolaan makanan lantaran sangat berhubungan erat dengan urusan perut banyak orang. Jika terjadi sesuatu kesalahan pengelolaan dan pengolahan makanan, tentunya bisa menimbulkan sesuatu hal tak diharapkan,” imbuhnya, Rabu (28/01-2015).

Kata dia, pengetatan terhadap kelaikan usaha katering perlu dilakukan guna memastikan konsumen mendapatkan pelayanan terbaik, selamat, dan aman, katanya pula.

Helmi melakukan inspeksi mendadak ke PT Chang Shin menyusul kasus dugaan keracunan menimpa para buruhnya setelah sebelumnya melakukan peninjauan ke Puskesmas Leles, Selasa (27/01-2015).

Dia menduga kasus ini akibat kesalahan manajemen pengelolaan dan distribusi makanan bagi para buruh itu.

Kasus dugaan keracunan menimpa buruh PT Chang Shin Reksa Jaya terjadi pada Senin (26/01-2015) sore.

Sedikitnya tercatat 105 buruh mengalami keluhan pusing, mual, serta muntah-muntah, usai menyantap makan siang disediakan salah satu perusahaan katering mitra kerja PT Chang Shin Reksa Jaya.

Sehingga sebagian korban dirawat di Puskesmas Leles, dan sebagian lagi di Klinik Assadiah Kadungora.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here