Pengungsi Yulia Mendesak Segera Perlukan Advokasi Psikolog

0
16 views
Ny. Yulia Nuryani Bersama Putranya Fajar, Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan Petugas Posko Kesehatan, Juga Sekaligus Menyampaikan Motivasi Semangat Jalani Kehidupan.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 14/10 – 2016 ).

Ny. Yulia Nuryani Bersama Putranya Fajar, Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan Petugas Posko Kesehatan, Juga Sekaligus Menyampaikan Motivasi Semangat Jalani Kehidupan.
Ny. Yulia Nuryani Bersama Putranya Fajar, Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan dari Petugas Posko Kesehatan, yang Juga Sekaligus Menyampaikan Motivasi Semangat Jalani Kehidupan.

Ny. Yulia Nuryani(32), salah satu dari sekitar 46 kepala keluarga (KK) atau 182 penduduk yang kini menempati pengungsian Rusunawa Al Musadaddiyah, “kini berkondisi” kian mendesak perlukan pendampingan atawa advokasi psikolog.

Lantaran selain kehilangan tempat tinggal, juga tiga orang kesayangannya direnggut amuk Sungai Cimanuk Garut menjelang tengah malam yang disertai hujan sangat deras, Selasa (20/09-2016) lalu.

Ketiga orang kesayangan Nuryani tersebut, masing-masing anak bungsunya Fika(4) yang sempat hanyut tergerus terjangan banjir bandang kemudian bisa diketemukan namun berkondisi meninggal dunia, kemudian suaminya Supriatna(34), yang hingga kini sama-sekali masih raib terbawa arus deras sungai.

Ny. Rudy Gunawan Janjikan Segera Pertemukan Dengan Psikolog, Juga Mengupayakan Bantuan Biaya Pendidikan Fajar.
Ny. Rudy Gunawan Janjikan Segera Pertemukan Dengan Psikolog, Juga Mengupayakan Bantuan Biaya Pendidikan Fajar.

Serta adik kandung Yulia atas nama Fitriani(9) pelajar Sekolah Dasar juga meninggal dunia, sedangkan yang bisa selamat selain dirinya juga anak sulungnya atas nama Fajar pelajar kelas dua MTs Al Musadaddiyah, yang memang selama ini mahir berenang.

Dia mengaku masih mengharapkan suaminya bisa kembali datang dengan selamat mencarinya, meski upaya pencarian oleh Tim Gabungan selama 13 hari telah tuntas diselelenggarakan.

Suaminya itu, ungkap Yulia, sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es keliling bersepeda motor ke setiap Sekolah Dasar, selama ini pula bermukim di Perkampungan Cimacan.

Pengungsi di Rusunawa Al Musadaddiyah Tengah Merenungi Takdir Mereka Alami.
Pengungsi di Rusunawa Al Musadaddiyah Tengah Merenungi Takdir Mereka Alami.

Dia bersama suaminya bisa menetap di Cimacan semula mengikuti jejak ibu kandungnya yang bercerai dengan suami maupun ayah kandung Yulia.

Sedangkan mereka termasuk Yulia bersama suaminya itu, masing-masing berasal dari wilayah Kecamatan Cisurupan.

Saat terjangan amuk Sungai Cimanuk menerjang rumah Yulia, dia disuruh suami segera lebih dahulu menyelamatkan  diri ke lokasi lebih tinggi, sedangkan suaminya berupaya mengevakuasi yang masih tertinggal di dalam rumah, namun hanya hitungan sekitar tiga menit, rumah beserta seluruh isinya termasuk suaminya lenyap digerus banjir bandang, ungkap Nuryani.

Anak-anak Pengungsi di Rusunawa Al Musaddiyah Ceria Bermain Sepakbola.
Anak-anak Pengungsi di Rusunawa Al Musaddiyah Ceria Bermain Sepakbola.

Istri Bupati Garut, Ny. Rudy Gunawan, Jum’at (14/10-2016) sore, di Rusunawa Musadaddiyah berjanji segera menghubungi Yulia jika telah hadir psikolog di Garut, bahkan berupaya memerjuangkan Fajar bisa mendapatkan bantuan biaya sekolah.

Ny. Rudy Gunawan juga antara lain memberikan motivasi terhadap Nuryani, agar bersabar menghadapi dampak bencana, sebab jabatan, harta kekayaan, termasuk jiwa sekalipun hanya merupakan titipan, katanya.

“Dikunjungi 98 Pasien”

Posko kesehatan pada pengungsian Rusunawa Musadaddiyah hingga kini sedikitnya dikunjungi 98 pasien dengan ragam keluhan, di antaranya pegal linu, batuk pilek, serta pusing, ungkap petugas Posko Sri Budiawati, S.Kep serta rekannya Nuroniah, AMK.

Menatapi Bekas Rumah di Kampung Kikisik yang Lenyap Diterjang Amuk Sungai Cimanuk.
Menatapi Bekas Rumah di Kampung Kikisik yang Lenyap Diterjang Amuk Sungai Cimanuk.

Kedua petugas dari Puskesmas Mekarwangi Kecamatan Tarogong Kaler itu, mengemukakan pula para pengungsi ini masing-masing berasal dari Leuwidaun Kelurahan Jayawaras, Muara Sanding Garut Kota, serta berasal dari Kampung Cimacan Desa Haurpanggung.

Sebelumnya, Sri Budiawati beserta Nuroniah menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan Yulia Nuryani, sekaligus memberikan motivasi agar segera pulih dari kesedihan atas musibah yang sangat menderanya tersebut.

 

*********