Pengungsi Terdampak Amuk Cimanuk Diajak Senam Bersama

by
Senam Pagi Bersama.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 02/12 – 2016 ).

Senam Pagi Bersama.
Senam Pagi Bersama.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (03/12-2016).

Memotret puluhan kaum ibu yang hingga kini bermukim di lokasi pengungsian Gedung Transito Garut, yang kerap diajak senam pagi bersama.

Mereka korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk yang berlangsung 20 September 2016 silam.

Menempati satu di antara tujuh lokasi hunian sementara.

Menunggu tuntasnya proses pembangunan rumah untuk merelokasi mereka.

Bersama Wujudkan Optimisme.
Bersama Wujudkan Optimisme.

Ketujuh hunian sementara terdiri Gedung Transito, Islamic Centre, Balai Paminton, Rusunawa PU, Rusunawa Musadaddiyah, Gedung Lec, serta pada Gedung LPSE di Jalan Pramukja.

Kegiatan senam pagi bersama tersebut, diselenggarakan organisasi sosial perempuan. Selama ini sangat “concern” memedulikan kaum ibu pada setiap tujuh hunian sementara secara bergilir agar bisa berolahraga bersama.

Sambil sekaligus dijadikan wahana hiburan sehat, supaya tak selalu merenung memikirkan takdir akibat menjadi korban bencana alam banjir bandang.

Salah-seorang Korban Amuk Sungai Cimanuk, yang Kerap Merenungi Takdir Dialaminya.
Salah-seorang Korban Amuk Sungai Cimanuk, yang Kerap Merenungi Takdir Dialaminya.

Dalam pada itu, total jumlah rumah penduduk terdampak banjir Cimanuk mencapai sekitar 2.529 unit. Terdiri 271 unit hanyut, 559 unit rusak berat, 473 unit rusak sedang, dan 1.225 unit rusak ringan. Seluruhnya dari kepemilikan 787 kk (kepala keluarga) atau 2.525 penduduk.

Sehingga kini terdapat sedikitnya 2.500 penduduk miskin itu, kini berkondisi bertambah miskin akibat banjir bandang ini, sedangkan kemampuan Pemkab setempat selama 2014-2015 hanya bisa merehabilitasi sekitar 5.000 rumah tak layak huni.

 

********