Pengkolan Pasca Lebaran Masih Menyerupai “Kapal Pecah”

by

Garut News ( Selasa, 05/08 – 2014 ).

Kondisi Pengkolan, Selasa (05/08-2014) - John.
Kondisi Pengkolan, Selasa (05/08-2014) – John.

Delapan hari pasca Lebaran Idul Fitri 1435 H/2014, Selasa (05/08-2014), nyaris seluruh lintasan ruas badan jalan jantung Kota Garut terutama pada pusat pertokoan atawa perbelanjaan, selama ini dikenal dengan sebutan “Pengkolan”, ternyata masih berkondisi nyaris menyerupai “kapal pecah”.

Karut-marut juga nyaris menyerupai pasar tumpah raksasa.

Nyaris Menyerupai Kapal Pecah dan Pasar Tumpah Raksasa.
Nyaris Menyerupai Kapal Pecah dan Pasar Tumpah Raksasa.

Meski kota kecil, Garut menjadi magnit tersendiri bagi ribuan warga dari pelbagai daerah mengunjunginya.

Mereka berdatangan menyerbu pertokoan, pusat perbelanjaan, dan para “pedagang kaki lima” (PKL) Pengkolan menjajakan beragam komoditi berupa pangan, sandang, juga papan, berlangsung hingga pasca Lebaran.

Lantaran para PKL, tak lagi menjual barang di trotoar melainkan lebih nekat menjajakannya pada lintasan ruas badan jalan, di sisi kanan maupun sisi kiri.

Calon penumpang tujuan Lebak Bulus hingga Selasa (05/08-2014) masih diberlakukan karcis antrian, lantaran terus membludak. - John.
Calon penumpang tujuan Lebak Bulus hingga Selasa (05/08-2014) masih diberlakukan karcis antrian, lantaran terus membludak. – John.

Berlangsung sepanjang lintasan Jalan Ahmad Yani, sejak pertigaan Jalan Ciledug – Jalan Mandalagiri hingga perempatan Jalan Bharatayudha – Ciwalen depan Asia Dept Store, bahkan praktis tertutup bagi beragam jenis kendaraan.

Sebab lautan manusia bergerak dari pelbagai arah di antara ratusan sepeda motor, dan mobil terparkir berbaur dengan ratusan lapak PKL di tempatkan pada sembarang tempat.

Berlangsung  mulai sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Mandalagiri, Jalan Ciledug, Jalan Pasar Baru, Jalan Cikuray, hingga Jalan Siliwangi.

“Barangkali bisa diusulkan mendapatkan ‘rekord’ MURI”

******

Esay : Noel, JDH.

Foto   : John Doddy Hidayat.