Pengendalian Harga Elpiji Tiga Kilogram Kewenangan Pemda

0
7 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 27/05 – 2016 ).

aa385Pihak “Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas” (Hiswana Migas) Kabupaten Garut menjamin persediaan gas elpiji tiga kilogram menjelang Ramadlan aman, dan tak terjadi penimbunan barang.

“Tak mungkin terjadi penimbunan di agen dan pangkalan sebab ketersediaan tabung dibatasi Pertamina. Di tingkat agen, gas elpiji harus kosong. Hari ini datang barang, hari itu juga harus langsung ke pangkalan. Pangkalan juga tak boleh menyimpan barang karena terikat MoU dengan Pertamina dan agen,” ungkap Ketua DPC Hiswana Migas kabupaten setempat, Sobur Kuswandar, Jum’at (27/05-2016).

Apabila terjadi kelangkaan dan kenaikan harga, katanya, biasanya terjadi di tingkat pengecer. Terutama pengecer baru belum memiliki akses ke yang punya barang. Pihaknya mengaku tak bisa berbuat apa-apa lantaran keberadaan pengecer di luar jangkauan kewenangannya.

“Jadi pengendalian harga gas elpiji tiga kg itu kewenangan Pemda (Pemerintah Daerah). Pemda sendiri nyatanya sulit mengendalikan,” katanya pula.

Dikatakan, kebutuhan Garut terhadap gas elpiji tiga kg mencapai 1,2 juta tabung per bulan, atau sekitar 45.000 tabung per hari.

Dia juga kemukakan, menjelang Ramadlan, biasanya ada penambahan stok gas elpiji, kendati berjumlah ketersediaan barang tak berubah. Sebab penambahan barang tersebut biasanya juga hanya pengganti pengadaan pada hari-hari libur.

“Namun itu pun bergantung lancar tidaknya lalu lintas. Kalau terjadi kemacetan maka dari gudang agen ke SPBE itu perlu waktu lama. Ditambah truk agen mesti mengantre ketika mau masuk SPBE, terutama di lintasan jalur rawan macet, seperti SPBE Banyuresmi. Tapi biasanya mereka tahu triknya, berdasar pengalaman pada hari raya,” ujarnya.

Diakuinya, Pemkab Garut melakukan langkah koordinasi dengan pelbagai pihak menghadapi kemungkinan terjadi kelangkaan atau kenaikan harga barang, termasuk gas elpiji.

“Ada banyak hal dibahas menyangkut kesiapan masing-masing menghadapi Ramadlan. Pokoknya siap enggak siap, harus siap. Baik dari sisi distribusi maupun ketersediaan barang,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Elka Nurhakimah membenarkan, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dipimpin Sekretariat Daerah Iman Alirahman melakukan rapat koordinasi membahas ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat menghadapi Ramadlan. Termasuk soal gas elpiji tiga kg.

“Kalau keterangan dari dinas-dinas terkait, stok kebutuhan pokok masyarakat aman. Hanya kalau soal gas elpiji, sesuai keterangan Hiswana Migas, stok aman, tetapi penyalurannya sangat dipengaruhi kondisi kelancaran lalu lintas. Kalau terjadi kemacetan, kemungkinan datangnya barang bisa lambat dari biasa,” ujar Elka.

********

(nz, jdh).