Pengemudi Harapkan Wabup Garut Tak Hanya Pencitraan

0
30 views
Penarik Becak Berusia 80 Tahun Lebih Marema Lantaran Mogok Massal Angkutan Kota.

“Mogok Massal Kembalikan Kejayaan Becak/Delman”

Garut News ( Selasa, 06/02 – 2018 ).

Penarik Becak Berusia 80 Tahun Lebih, Marema Lantaran Mogok Massal Angkutan Kota.

Pernyataan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, menuai celoteh pengemudi ‘angkutan kota’ (angkot), Mereka sangat mengharapkan tak hanya  pencitraan atau bukan sekadar janji politik meredam aksi menghadapi Pilbup 2018.

Menyusul penolakan operator angkutan umum terhadap beroperasinya angkutan berbasis online/daring di kabupaten setempat, Wabup Helmi Budiman menegaskan Pemkab tetap menolak beroperasinya angkutan berbasis daring.

Wakil Bupati Garut Berdialog Dengan Organda dan Operator Moda Angkutan Penumpang Umum.

Bahkan menguatkan penolakan tersebut, Pemkab akan mengajukan dibuatkannya Perda ke DPRD mengenai angkutan berbasis daring tersebut, katanya.

Demikian dikemukakan Helmi Budiman pada dialog bersama Kapolres, Dandim 0611, dan Kepala Dishub dengan Pengurus DPC Organda di Gedung Pendopo bersamaan aksi mogok massal para awak moda angkutan umum konvensional di Alun Alun, Senin (5/02-2018).

Kepala Dishub Suherman bahkan menambahkan, Pemkab tetap melarang angkutan umum berbasis daring sebelum Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek dipenuhi.

Terminal Non Bis Guntur Garut, Selasa (07/02-2018), Masih Sepi.

Sehingga jika masih ada angkutan berbasis daring memaksakan beroperasi, maka berdasar pernyataan Kepolres Budi Satria Wiguna, pihak kepolisian mengadakan tim cyber khusus untuk angkutan umum berbasis daring.

“Kalau masih ada angkutan online masih beroprasi, akan ditangkap Tim Cyber Polres,” Katanya pula.

Sedangkan mogok massal dari sedikitnya 16 trayek di wilayah Garut dengan pemusatan aksi di Lapangan Otto Iskandardinata/Alun alun, menyebabkan layanan angkutan umum lumpuh, suasana kawasan perkotaan pun sepi  lalu lalang angkutan umum.

Meski, lumpuhnya angkutan umum konvensional justru menjadikan banyak pengemudi ojek, terutama kusir delman juga becak sempat merasa dikembalikan pada kejayaan masa lalunya.

Mereka bisa meraih rezeki lebih dari biasanya karena banyak penumpang dadakan menggunakan jasa layanannya.

Mogok Massal Angkot, Kusir Delman pun Marema…Bro.

Seorang penarik becak malahan berseloroh apa yang dialami para awak angkutan umum konvensional itu merupakan ‘karma’atas kehadiran mereka sendiri ketika moda transportasi di  masih didominasi kendaraan delman, dan becak.

“Bedanya, dulu, sewaktu angkot pertama muncul, tukang becak, dan tukang delman tak pernah melakukan aksi demo. Biar saja, rezeki  ada yang mengatur,” ujar salah seorang penarik becak di kawasan pusat kota Garut atau Pengkolan.

Sebelumnya, Ketua DPC Organda Garut Dayun Ridwan menyebutkan, ribuan awak angkutan umum konvensional menggelar aksi mogok massal sebagai bentuk penolakan terhadap masih beroperasinya angkutan umum berbasis daring bahkan jumlahnya diindikasikan semakin banyak. Kehadiran angkutan berbasis daring ini dinilai merugikan angkutan umum konvensional.

“Maka kami mendesak pemerintah daerah mengeluarkan peraturan tentang pelarangan operasi angkutan berbasis daring. Kami menuntut dikeluarkannya Peraturan Bupati tentang pelarangan adanya angkutan online di Garut,” tandas Dayun didampingi Sekretarisnya Yudi Nurcahyadi.

Pengelola terminal non bis Guntur Garut Yayat katakan, pada mogok massal Senin (06/02-2018), kehilangan pasokan retribusi untuk pendapatan asli daerah berkisar Rp800 ribu hingga Rp920 ribu.

Bahkan hari ini pun, Selasa (07/02-2018), operasional angkutan kota masih sepi. Sehingga pemasukan retribusinya hanya sekitar Rp400 ribuan, kata dia.

Sumber resmi lainnya antara lain menyerukan, jika angkutan kota memiliki daya saing tinggi, maka tingkatkan kualitas jasa layanan kepada para penumpang, para pemilik angkot pun berkewajiban mendidik karakter pengemudinya.

Agar bisa berpenampilan rapih, sopan beretika. Sehingga tak hanya mensyaratkan cukup memiliki surat izin mengemudi, imbuhnya.

********

NZ/JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.