Pengemban “Karomah” Kampung Pulo Perlukan Perhatian Pemkab

0
227 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Selasa, 17/03 – 2015 ).

Dipertahankan, Dijaga, dan Dipelihara.
Dipertahankan, Dijaga, dan Dipelihara.

Pengemban amanah atawa “karomah” Kampung Pulo Situ Cangkuang di Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat, mendesak perlukan perhatian Pemkab setempat.

Terutama berupa adanya kepedulian bisa membantu kesejahteraan.

Demikian antara lain dikemukakan Tatang(60), juru kunci maupun kuncen perkampungan dengan enam rumah penduduk adat, serta sebuah masjid sederhana.

Masjid Kampung Pulo.
Masjid Kampung Pulo.

Dikatakan, Selasa (17/03-2015), selama ini penghasilannya hanya bersumber dari pemberian dana sukarela dari setiap pejiarah ke Makam Eyam Embah Dalem Arif Muhammad.

“Itupun jika pejiarahnya memberi dana secara sukarela, saya pun selama ini tak pernah meminta, tak seperti juru kunci di makam pejiarah lainnya, tamu tak bisa masuk jika tak membayar,” ungkap Tatang kepada Garut News.

Nenek Berusia 80 Tahun di Kampung Pulo..
Nenek Berusia 80 Tahun di Kampung Pulo..

Sedangkan selama ini bantuan dari Pemkab Garut, berupa pemasangan pavin blok pada pelataran perkampungan depan rumah adat yang berhadap-hadapan.

Tatang.
Tatang.

Rumah adat Kampung Pulo ini, pernah dilakukan penataan bersamaan pemugaran Candi Cangkuang pada Abad XVII atawa pada 1974 – 1976.

Candi ditemukan pada 9 Desember 1966, kemudian dilakukan penelitian juga penggalian pada rentang waktu 1967-1968. Di dalam candi ini terdapat arca Dewa Siwa.

Di Kampung Pulo ini, juga terdapat peninggalan Naskah Al-Qur’an Abad XVII, berbahasa Arab dan Jawa berbentuk karangan uraian.

Bersih dan Asri.
Bersih dan Asri.

Dengan ukuran naskah 31,5 cm x 23,5 cm, setebah 140 lembar dari kulit kayu saeh.

Juga dikemukakan Tatang, obyek wisata cagar budaya Candi Cangkuang selama ini pula dikelola aparat Disbudpar juga personil kecagarbudayaan Kemendiknas.

Dipastikan mereka mendapatkan penghasilan tetap dari negara, tak seperti juru kunci meski selama ini menjaga dan memelihara “karomah” atawa warisan leluhur, ungkap Tatang pula.

Inilah Kampung Pulo.
Inilah Kampung Pulo.

Meski Kampung Pulo, selama ini pun tak pernah terasing.

Atawa kian dikepung beragam kemajuan peradaban abad ke-21.

 

 

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here