Pengelolaan Tiga TWA Garut Bakal Dikerjasamakan

0
22 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 24/02 – 2016 ).

TWA Gunungapi Papandayan.
TWA Gunungapi Papandayan.

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan pada kawasan objek wisata alam di wilayah Kabupaten Garut, Pemkab setempat menjajaki kerja sama dengan Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

Sedangkan kawasan objek wisata diagendakan dikerjasamakan tersebut, terdiri Taman Wisata Alam (TWA) Gunungapi Papandayan, TWA Gunungapi Guntur, dan TWA Gunung Talaga Bodas.

“Sedangkan TWA Kamojang tak masuk agenda kerja sama ini. Lantaran masuk Kabupaten Bandung,” ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jabar Toni Ramdhani, Rabu (24/02-2016).

TWA Gunungapi Guntur.
TWA Gunungapi Guntur.

Dikatakan, semula penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Gedung Pendopo hari ini. Namun urung dilaksanakan sebab Bupati Rudy Gunawan mendadak membatalkan acara dengan alasan ada kegiatan peninjauan ke selatan Garut.

Belum diketahui jelas kapan acara penandatangan kerja sama tertunda ini, dilaksanakan.

“Padahal Kepala Balai (BBKSDA Jabar) juga mau hadir hari ini. Ya, kita menunggu kesediaan Pak Bupati saja. Kalau mengenai draf memuat sejumlah klausul perjanjian kerja sama, itu ada,” katanya.

Diharapkan, kerja sama tersebut, penataan dan pengelolaan potensi wisata alam bisa lebih optimal. Termasuk menyangkut penataan infrastruktur akses masuk kawasan, pelbagai fasilitas di dalam kawasan, maupun keterlibatan masyarakat sekitar, dalam pengelolaan kawasan wisata, katanya pula.

“Mungkin dulu pernah ada kerja sama Pemda dengan BBKSDA. Tetapi banyaknya regulasi berubah, mau tak mau ini harus ditinjau dan diperbarui lagi. Sehingga legalitas hak, kewajiban, dan batas kewenangan masing-masing pihak jadi jelas,” kata dia.

TWA Talagabodas.
TWA Talagabodas.

Dengan aturan sekarang, sarana prasarana dibangun pemerintah daerah di kawasan mesti dihibahkan kepada pengelola kawasan. Diketahui beberapa bangunan kios dan fasilitas umum sempat dibangun Pemprov Jabar maupun Pemkab Garut di kawasan TWA Papandayan beberapa tahun lalu.

“Namun sejauh ini, kita belum pernah melakukan serah terima itu. Sehingga hal seperti ini juga menjadi salah satu kendala ketika akan dilakukan penataan kawasan,” ungkapnya.

Disinggung kawasan Cagar Alam (CA) Sancang Kecamatan Cibalong, dikemukakan kawasan ini bukan objek wisata. Kendati secara eksisting, kawasan tersebut, terutama di kawasan Pantai Cijeruk Indah terkesan merupakan objek wisata karena banyaknya wisatawan ke sana.

Apalagi Pemkab Garut sejak lama mempromosikan Pantai Cijeruk Indah sebagai kawasan objek wisata unggulan. Bahkan Pemkab membangun sejumlah sarana di kawasan itu.

Persoalan bertambah runyam dengan semakin bagusnya sarana infrastruktur jalan lintas selatan persis melintasi kawasan CA Sancang. Sehingga keberadaan CA Sancang sangat rawan diakses masyarakat.

“Kita sulit mencegahnya. Apalagi petugas sangat terbatas. Kita hanya bisa melakukan pengawasan dan memasang spanduk peringatan lokasi itu bukan objek wisasta,” imbuhnya.

Para Pedagang Serbu Gunungapi Papandayan.
Para Pedagang Serbu Gunungapi Papandayan.

Meski tak menampik, kemungkinan CA Sancang diusulkan pemerintah daerah diubah statusnya menjadi TWA agar bisa dikelola sebagai kawasan wisata.

“Bisa saja. Tetapi itu pun kemungkinan hanya pada kawasan Pantai Cijeruk Indah. Tidak pada kawasan hutannya masih hijau dan pantainya di sebelah timur,” katanya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Garut Undang Saripudin katakan, urungnya penandatanganan kerja sama justru karena acara tersebut belum masuk catatan Sekretaris Pribadi Bupati sebagai agenda kegiatan Bupati.

Sehingga Rabu itu, Rudy berangkat ke selatan Garut meresmikan gedung kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Bungbulang dijadwalkan sejak dua pekan lalu.

“Kerja sama dengan BBKSDA ini belum masuk agenda Sekpri. Tetapi mudah-mudahan bisa dilaksanakan nanti sekembali Pak Bupati dari selatan,” tuturnya.

********

(nz, jdh).