Pengelolaan Sampah Garut Makin Amburadul

0
20 views
Kian Menumpuk, dan Berceceran di Depan Kantor Disdik Garut.

Garut News ( Rabu, 08/05 – 2019 ).

Kian Menumpuk, dan Berceceran di Depan Kantor Disdik Garut.

Sejak memasuki Ramadlan dan Idul Fitri, pengelolaan sampah di Kabupaten Garut kian terancam semakin amburadul juga compang – camping maupun acak – acakan.

Lantaran banyak armada truk angkutan sampah berkondisi uzur berusia tua. Selain itu, akses jalan masuk menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Pasir Bajing Banyuresmi juga rusak parah.

Maka tak heran jika kini banyak armada truk bermuatan penuh sampah terparkir berjajar di depan lingkungan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Jalan Pramuka Garut Kota. Truk-truk itu tak bisa masuk TPA langsung.Truk mesti menunggu antrean.

Sehingga bisa dipastikan keberadaan truk muatan sampah tersebut malahan menjadikan pemandangan lingkungan sekitarnyha menjadi tak sedap berbau sangat menyengat. Diperparah tumpukan sampah pada pelbagai lokasi yang tak sempat terangkut armada.

Antara lain seperti di lintasan Jalan Bratayuda, Karacak, Gatot Subroto, dan di titik lintasan lainnya di wilayah Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, dan Kecamatan Tarogong Kidul, Bahkan di depan Kantor Disdik kabupaten setempat.

“Volume sampah pada Ramadlan biasanya meningkat sekitar 20-30 persen, atau hingga sekitar 880 meter kubik per hari. Sementara kondisi jalan ke TPA Pasir Bajing rusak parah, semula truk bisa ke TPA 4-5 rit per hari, sekarang paling hanya dua rit. Itu pun harus didorong alat berat. Akibatnya, truk-truk lainnya menunggu antrean ke TPA itu di halaman kantor dinas (DLH),” kata Kepala DLHK Garut Asep Suparman didampingi Sekretaris Guriansyah, Rabu (08/05-2019).

Menurut Guriansyah, program perbaikan akses jalan ke TPA Pasir Bajing diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan masih dalam proses lelang. Diharapkan pekerjaannya bisa dilaksanakan sebelum Idul Fitri.

“Perbaikan jalan ini butuh waktu dua sampai tiga bulan ke depan. Tentu saja ini akan sangat mengganggu mobilitas armada angkutan sampah,” katanya.

Sedangkan kondisi armada truk sampah pun memprihatinkan. Rata-rata merupakan produk keluaran tahun 1996-2.000-an. Dari 37 truk armada angkutan sampah saat ini, hanya 22 unit di antaranya masih berfungsi secara baik. Ada 15 unit lainnya tak laik pakai.

*******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here