Penganan Singkong Keju Mengangkat Gengsi “Anak Singkong”

Garut News ( Jum’at, 12/09 – 2014 ).

singkongokeMerebak-maraknya para pedagang bermedia roda dorong berkomoditikan singkong keju, pada pelbagai kota termasuk juga di Bundaran Simpang Lima, Garut, Jawa Barat.

Ternyata bisa mengangkat gengsi fenomena “anak singkong”, yang pernah populer pula dilantunkan group band tahun 1980-an dengan judul lagunya “anak singkong”.

Sehingga kini, mengonsumsi singkong ternyata tak lagi mengesankan penduduk dari kampung, melainkan menghilangkan sekat komunitas perkampungan dengan warga kota.

Apalagi mengonsumsi singkong itu, bisa menyehatkan lantaran selain memiliki unsur karbohidrat, juga bisa benar-benar “zero emition”.

singkong1Atawa lebih sehat daripada “terlalu banyak” mengonsumsi daging, bisa meningkatkan timbunan kolestrol.

Seorang lelaki berusia 23 tahun, pedagang singkong keju di seputar Bundaran Simpang lima, Garut, mengaku setiap hari beromsetkan 50 kilogram singkong.

Diolahnya kemudian digoreng dan dijajakan pada para calon pembeli.

singkong2Mulai berdagang pukul 13.00 hingga pukul 22.00 dengan keuntungan bersih bisa dibawa ke rumah rata-rata mencapai Rp500 ribu, berlangsung sejak empat tahun lalu.

Sedangkan modal awalnya sekitar Rp6 juta, termasuk pemenuhan kebutuhan roda dorong, katanya.

Pedagang singkong keju ini, juga meski kecil-kecilan tetapi bisa menyerap tenaga kerja di lingkungan rumahnya.

singkong3Membantu mengupas kulit singkong, serta membersihkannya.

Mata dagangan singkong keju tersebut, bernilai jual Rp7 ribu bagi setiap kotak atawa kardus kecil.

Serta Rp10 ribu setiap kotak kardus besar, ungkapnya.

******

Esay/Foto :  John Doddy Hidayat.

Related posts