Pengamen Asal Singajaya Sempat Memiliki Empat Istri

0
39 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 25/06 – 2016 ).

Menyempatkan Ngamen di Pusat Kota Garut.
Menyempatkan Ngamen di Pusat Kota Garut.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (25/06-2016).

Menampilkan sosok seorang seniman sejati.

Meski sejak 1982 lelaki bernama Uas tersebut, hanya ditakdirkan sebagai pengamen jalanan.

Dengan gaya hidup yang sangat “nomaden”.

Atawa berpindah-pindah lokasi menampilkan diri, dari satu kota ke kota lainnya.

Sambil Bernyanyi, Juga Piawai Bergaya Pukulan Perkusi.
Sambil Bernyanyi, Juga Piawai Bergaya Pukulan Perkusi.

Lelaki kelahiran Kampung Cibuni Desa Karang Agung Kecamatan Singajaya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu juga mengaku sempat memiliki empat istri.

Kini ayah enam anak dan kakek empat cucu ini, kian memiliki keterampilan luar biasa menabuh gendang bahkan kerap dikombinasikan dengan pola permainan musik perkusi.

Malahan tak hanya itu, kepiawaian memainkan irama gendang sambil menyanyi pula secara medley, dengan melantunkan ragam lagu-lagu Tradisional Sunda bertempo irama Pop selama sekitar 15 menit.

Mencari Sesuap Nasi, dan Berobsesi Bisa Membeli Mercy... he..he.
Mencari Sesuap Nasi, dan Berobsesi Bisa Membeli Mercy… he..he.

Kemudian dia langsung beranjak menyusuri lintasan jalan A. Yani Garut, selanjutnya mencari titik lokasi strategis lainnya untuk kembali mengamen.

Kepada Garut News mengaku pula, bakal segera bertolak ke Kota Bandung dengan kendaraan penumpang umum.

Guna memburu waktu mengamen pada keesokan harinya atawa Ahad (26/06-2016).

Pada obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Kemudian menjadwalkan diri mengamen di Jayagiri, serta sejumlah lokasi wisata lainnya.

Setia Dengan Profesinya.
Setia Dengan Profesinya.

Dia lahir pada 1943, namun dengan usianya kini mencapai 73 tahun.

Ternyata pak tua ini, masih menampakan semangat juangnya yang sangat tinggi.

Untuk memenuhi kewajiban menafkahi keluarga di kampung halamannya, Singajaya.

Meski Uas pun, kian tergopoh-gopoh berjalan sambil membawa perangkat musik mengamennya.

Sekaligus membawa tas berisi pakaian ganti.

Tetapi tetap setia, dan konsisten.

Mulai Menampakan Berjalan Tergopoh-gopoh.
Mulai Menampakan Berjalan Tergopoh-gopoh.
Senantiasa Menerabas Hiruk-pikuk Perkotaan.
Senantiasa Menerabas Hiruk-pikuk Perkotaan.

Menekuni profesinya dengan jenis suara bariton yang dimilikinya.

Sedangkan sebelum 1982 dia sering tampil pada pagelaran wayang golek, maupun atraksi seni budaya lainnya.

Termasuk kerap ikut serta bersama mengiringi konser penyanyi Darso.

 

******