Pengabdian PMI Selama Ini Totalitas Tanpa Batas

Garut News ( Selasa, 16/09 – 2014 ).

Budiman.
Budiman.

Secara keseluruhan nasional, pengabdian “Palang Merah Indonesia” (PMI) selama ini, totalitas tanpa batas.

Bahkan selama dua periode menjadi Ketua PMI Kabupaten Garut, Jawa Barat, bisa membandingkan periode sebelumnya dengan saat ini, ungkap Ketua PMI setempat, H. Budiman, SE, M.Si, MM di Markas PMI Garut, Selasa (16/09-2014).

Sehingga secara umum, jajaran PMI dimana pun lebih tanggap atawa responsip terhadap tugas-tugas kepalangmerahan, katanya.

Bahkan cakupan jasa layanan juga lebih luas, tak hanya sebatas atensi pada bencana. Melainkan kian meluas pada aspek lain terkait dengan kemanusiaan, katanya pula.

Di antaranya Ketua PMI Pusat mengambil peran pada kasus Tanjung Priuk, kemudian pertikaian Palestina dengan israel.

ketuapmi2Maka PMI kini dinilai lebih “greget”, dengan komitmennya menjawab permasalahan klasik, berupa kekurangan stok darah selama ini senantiasa “jomblang” antara permintaan dengan ketersediaan.

Sehingga terus dibangun istem suplay, kian diterobos atawa dihentak kembali dengan menghidupkan “Keluarga Donor Darah” (KDD).

PMI juga ungkap Budiman, senantiasa koordinatif maupun berkolaboratif menjawab tantangan-tantangan kemanusiaan.

Antara lain PMI dengan Kemendiknas, terkait pembinaan dan pengembangan “Palang Merah Remaja” (PMR),  Badan Penanggulangan bencana Nasional, serta dengan Kemenhub.

Sehingga terus ditumbuhkembangkan sekolah tanggap bencana, serta “Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan” (P3K).

Dijalin pula kerjasama dengan pihak swasta, waralaba pada upaya penanggulangan masalah kemanusiaan, sebagai langkah-langkah konstruktif.

Sedangkan kiprah PMI di Kabupaten Garut, berlangsungnya pertumbuhan dan perkembangan kalangan relawan berikut aktivitas, serta kreativitasnya.

ketuapmi3Jumlahnya pun mengalami peningkatan luar biasa, kini mencapai lebih 240, sedangkan sebelumnya hanya 40 an.

Terutama kalangan relawan dari kalangan kampus atawa perguruan tinggi, memilikii dinamisasi aktivitas dikoordinasikan dengan “Korp Sukarelawan” (KSR).

Karena itu, tak ada lagi sekat antara PMI dengan pelbagai kalangan, termasuk selama ini mendapat dukungan dari dunia pendidikan.

Berupa merebak-maraknya respon para guru menjadi pembina PMR di lingkungan lembaga pendidikan mereka masing-masing.

Kondisi saat ini tersebut, sangat beda jauh dengan periode sebelumnya, meski kini dan yang akan datang masih memerlukan beragam upaya peningkatannya.

UDD secara organisatoris kian terbenahi dengan baik, dan tertib, membuktikan PMI lebih berkemampuan melanjalankan tugasnya.

Juga kegiatan donor darah di Kabupaten Garut, dikaitkan pula dengan program seratus hari bupati setempat, katanya.

Para Ketua PMI dari Masa ke Masa.
Para Ketua PMI dari Masa ke Masa.

Sehingga mendorong motivasi, dengan mengintruksikan seluruh pegawai pada masing-masing SOPD secara terencana bisa mendonorkan darahnya.

Patut diapresiasi pula, puncak peringatan HUT ke-69 PMI di Kabupaten Garut, diselenggarakan upacara bersamaan dengan peringatan HUT Perhubungan.

Sedangkan tantangan masih minimalisnya pengalokasian anggaran pada PMI, dinilai sebagai tantangan bagi pemerintah, dan kalangan swasta.

Lantaran PMI, satu-satunya lembaga penyuplai donor darah.

Budiman juga menyampaikan terimasih, dan apresiasi positip terhadap Pemkab Garut, Jajaran PMI, juga Relawan dan para Pendonor darah, perusahaan swasta, BUMN/BUMD, Ormas, Gafari, atas kerjasama atawa keterpaduan selama ini.

Sedangkan harapan sangat kuat, berupa terwujudnya peningkatan kualitas peran serta seluruh pemangku kewajiban, demikian imbuh Ketua PMI kabupaten setempat, Budiman, menyerukan.

Dirgahayu HUT ke-69 PMI.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment