You are here
Penerangan Listrik Garut Menjengkelkan Kerap Padam BERITA UTAMA 

Penerangan Listrik Garut Menjengkelkan Kerap Padam

Garut News, ( Senin, 23/09 ).

Ilustrasi. (Ist).
Ilustrasi. (Ist).

Semakin banyak penduduk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluhkan bahkan menyesalkan pemadaman listrik pada rentang waktu berjam-jam.

Malahan berkali-kali berlangsung, akhir-akhir ini.

Akibatnya, aktivitas masyarakat menjadi terganggu lantaran peralatan elektronik mereka, termasuk perangkat komunikasi, menjadi tak berfungsi.

Penduduk Desa/Kecamatan Bungbulang, Ali Nugraha(28) katakan aliran listrik di wilayahnya padam sejak pukul 07.00.

Bahkan hingga pukul 16.00, listrik pun belum menyala kembali.

Warga pun terpaksa memborong lilin, dan minyak tanah memersiapkan penerangan malam hari.

“Banyak warga tak bisa memakai handphone sebab habis batere. Warnet semua tutup. Jika pemadaman sampai malam berlanjut, sekecamatan gelap gulita,” kata Ali saat dihubungi melalui ponsel, Senin (23/09).

Ungkapan senada dikatakan warga Perumahan Buana Putra, Desa Sindanglaya, Karangpawitan, Utep Syarifudin(38).

Kata dia, masyarakat mengeluhkan kerap terjadi pemadaman listrik, sehingga diduga kuat akibat buruknya kondisi jaringan listrik menuju permukiman.

“Kalau hari ini listrik nyala, dua hari kemudian kembali padam. Apabila dihitung, selama sepekan, pemadaman bisa terjadi empat kali. Berarti jika dijumlah selama satu bulan terakhir ini, terjadi 16 kali pemadaman,” katanya.

Tak hanya terjadi berulang-ulang dalam jarak waktu satu atawa dua hari, durasi pemadaman juga berlangsung lama.

Terakhir, katanya, listrik padam pukul 17.00-02.00, atawa selama sembilan jam.

Humas PT PLN Area Garut, Wahyudin, mengemukakan nyaris seluruh kawasan selatan Kabupaten Garut mengalami pemadaman listrik pada Senin (23/09).

Ini lantaran pemeliharaan jaringan listrik di kawasan Sumadra, Cikajang.

“Pameungpeuk, Banjarwangi, Singajaya, dan beberapa kecamatan lainnya mengalami pemadaman. Tetapi beberapa di antaranya mendapat suplai listrik dari Pangalengan,” kata Wahyudin.

Pemadaman, dilakukan pada sejumlah kawasan lainnya seperti Kawangpawitan. Pemadaman listrik di kawasan perkotaan ini sebab perbaikan jaringan listrik rusak akibat kawat layangan.

“Listrik di Karangpawitan sebagian dari Penyulang Kawah Putih dan 99 persen gangguan akibat kawat layangan. Akhirnya kami melakukan pemadaman memerbaiki jaringan listrik rusak itu,” katanya.

Selain Kecamatan Karangpawitan, kerusakan akibat kawat layangan terjadi di Tarogongkidul, Samarang, Cilawu, dan Cibatu.

PT PLN tak bisa melarang warga bermain layangan lantaran tak memiliki dasar hukum.

PT PLN, mendapat kerugian tak sedikit akibat pemadaman listrik ini.

Selain kudu mengganti jaringan rusak akibat layangan, PLN juga tak mendapat pendapatan sebab tak bisa menyuplai listrik pada para konsumen.

“Kalau ada jaringan rusak lantaran kawat layangan, kami kudu menyisir jaringan, dan itu butuh waktu lama kalau jaringan panjang. Kami harap warga membantu melarang mereka bermain layangan sebab merugikan warga sendiri kalau terkena jaringan listrik,” katanya.

*****(Sam, Jdh).

Related posts

Leave a Comment