Penduduk Terpaksa Mengungsi Bersamaan Semarak Hari Jadi Garut

0
114 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin,. 22/02 – 2016 ).

Garut Dikepung Bencana.
Garut Dikepung Bencana.

Penduduk Desa Sindangsari Cisompet Garut, Jawa Barat, hingga kini Senin (22/02-2016), terpaksa masih bertahan di lokasi pengungsian  guna menghindari terjadi kemungkinan buruk akibat pergerakan tanah semakin parah.

Mereka belum berani kembali ke rumah, lantaran pergerakan tanah terus terjadi. Sehingga berdomisili di pengungsian, meski sarana dan fasilitasnya serba darurat. Berlangsung bersamaan merebak-maraknya semarak peringatan hari jadi ke-203 Garut.

“Kita berharap semua pihak menaruh perhatian atas kondisi warga Sindangsari ini. Selain kebutuhan bantuan pangan, tak kalah mendesak juga mereka memerlukan bantuan dapur umum, dan tenda masih kurang,” ungkap relawan “Taruna Siaga Bencana” (Tagana) kabupaten setempat, Fajar Hendarsyah.

Kepala Dinsosnakertrans Elka Nurhakimah katakan, berdasar hasil peninjauan lapangan, paling dibutuhkan terutama bantuan logistik, selimut serta bantuan lain, terutama untuk malam hari.

“Siang hari tak tinggal di pengungsian karena bekerja. Mereka mengunjungi masing-masing rumah untuk pelbagai keperluan, dan kembali mengungsi malam hari. Sejauh ini, hanya 13 rumah betul-betul tak boleh lagi ditinggali berkondisi membahayakan,” katanya.

Ilustrasi. Kian Terancam.
Ilustrasi. Kian Terancam.

Kepala Pelaksana BPBD Dadi Djakaria juga katakan, jumlah warga terancam bencana pergerakan tanah dan sebagian mesti direlokasi, lebih banyak lagi tersebar pada sejumlah desa/kecamatan.

Seperti terjadi belum lama ini di Kampung Sawahlimus Pancasura Singajaya, 14 kepala keluarga, Kampung Sawah Jalan Cipangramatan Cikajang (14 KK), dan Desa SukamulyaTalegong (22 KK). Bahkan sebagian rumah penduduk terancam di Sawahlimus, direkomendasikan PVMBG agar direlokasi sejak 2014 lalu.

Retakan tanah akibat pergeseran tanah, juga terjadi pada 2014 di Kampung Datarmuncang Jagabaya Mekarmukti mengancam 7 KK, dan Kampung Singatuwuh Jatisari Cisompet mengancam 12 KK.

Semarak Hari Jadi Garut.
Semarak Hari Jadi Garut.

Pihak PVMBG menilai wilayah Kecamatan Cisompet masuk pada daerah berpotensi gerakan tanah menengah-tinggi.

Data sementara BPBD menunjukkan pula, rumah terancam pergerakan tanah di Desa Sindangsari mencapai sedikitnya 44 rumah, tersebar di Dusun Ciawi RW 04 (25 unit), RW 05 (sembilan unit), serta di Dusun Lengkong RW 08 (sepuluh unit).

Dikemukakan, potensi kerentanan pergerakan tanah di Garut merata nyaris pada 42 wilayah kecamatan. Bahkan 16 kecamatan di antaranya memiliki intensitas kerentanan paling tinggi. Sehingga tak heran terjadi bencana pergerakan tanah, atau tanah longsor berlangsung setiap tahun.

Sepanjang 2015, katanya, bencana pergerakan tanah terjadi satu kali, dan longsor 53 kali. Berdampak sedikitnya enam penduduk terluka, serta 97 KK mengungsi.

Gebyar Hari Jadi Garut.
Gebyar Hari Jadi Garut.

Jumlah bangunan rumah hancur tiga unit, rusak berat 14 unit, rusak sedang 12 unit, dan terancam 200 unit. Termasuk satu unit bangunan sekolah, tempat ibadah, serta lahan sawah.

Kerugian material ditimbulkan bencana pergerakan tanah, dan longsor tersebut mencapai sekitar Rp1,863 miliar.

“Namun untuk relokasi, tentu tak bisa dilakukan sembarangan. Selain mesti berdasar kajian ahli dari PVMBG, juga dibahas terlebih dulu dengan DPRD. Terutama menyangkut penganggaran,” kata dia.

Karena itu, langkah jangka pendek BPBD melakukan evakuasi warga, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan kajian lokasi bencana bersama PVMBG. Selain itu menyampaikan imbauan agar warga tak tinggal di daerah rawan bencana.

Sedangkan jangka menengah, BPBD melakukan pendataan jumlah sebenarnya warga terkena atau terancam bencana. Agar langkah penanganan bisa dilakukan cepat, dan akurat, kata dia pula.

********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here