You are here
Penduduk Sukajaya Garut Berlatih Mengelola Desa Wisata Pariwisata 

Penduduk Sukajaya Garut Berlatih Mengelola Desa Wisata

Garut News ( Senin, 09/12 ).

 Ir Doto Yogantoro dari Desa Wisata Pentingsari Sleman Yogyakarta memotivasi agar Sukajaya mampu menjadi desa wisata berkualitas. (Foto:SB)
Ir Doto Yogantoro dari Desa Wisata Pentingsari Sleman Yogyakarta memotivasi agar Sukajaya mampu menjadi desa wisata berkualitas. (Foto:SB)

Setelah Ahad lalu berlangsung pelatihan masyarakat sadar wisata, Kini Unit pengelola Wisata-Badan Keswadayaan Masyarakat Paguyuban Warga Kelurahan  (UPW-BKM PWK) Sukajaya adakan pelatihan pengelolaan desa wisata bagi UPW, BKM dan KSM.

Kita sekalian orang terpilih menjadi pengelola program desa wisata ini, mari siapkan diri bersama bekerja keras mewujudkan demi kemajuan masyarakat Sukajaya”, demikian kordinator BKM Ajang Syaripudin, M.MPd (48) pada sambutan pembukaan acara tersebut, Ahad (08/12).

Kata dia, jika peserta membawa gelas penuh namun penuh dengan masalah dari rumah, kosongkan dulu gelasnya sebab jika ditambah materi pasti isinya meluap kemana-mana.

Maka jika kosong, lanjutnya siap diisi materi nara sumber Doto Yogantoro dari Yogyakarta, berpengalaman  ketua Fasilitator Desa Wisata se Indonesia.

Jangan tergantung pada orang lain agar mampu menciptakan Sukajaya menjadi objek wisata, tetapi buatlah apa kita miliki agar menjadi maksimal dimanfaatkan”, ungkap Mas Doto sukses mengelola Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta.

Desa ini banyak memiliki objek menjadi tujuan wisata, maka tinggal bagaimana komitmen kita sebagai warga mengelola sebaik-baiknya, lanjutnya.

Terdapat objek wisata berupa produk budaya, juga wisata alam atawa produk tertentu khas menjadi tujuan wisata, dan mampu menjadi kenangan wisatawan.

Syarat utamanya kudu membuka diri terhadap masukan bermanfaat, berpositif thinking supaya maju dan berkembang, jangan monoton serta terus menerus memgajak masyarakat bergerak, berkreasi dan berinovasi, bebernya.

Mengajak warga bangga desanya, mulai menata diri dan mengelola sumberdaya dimiliki.

Masyarakat bersatu, ternyata mampu merencanakan, melaksanakan dan mengawasi semua berjalan baik, jelas Mas Doto penerima pelbagai penghargaan berkaitan desa wisata.

Katanya, program ini kudu mampu berdayakan sebagian besar masyarakat, homestay dibuat dari rumah warga apa adanya secara alami, rumah seorang tukang batupun bisa jadi tempat tinggal pengunjung.

Ada pula atraksi seni dan budaya berasal milik warga dikembangkan, sehingga mampu menjadi tambahan penghasilan pengelolanya.

“Kita bisa libatkan kelompok tani dan kuliner, home industry, generasi muda, tenaga pendukung lain secara bersama menyediakan fasilitas umum (MCK, mushala, ruang pertemuan),” kata ayah seorang puteri ini.

Semangat gotong royong dan kebersamaan, bencana alampun tak menjadikan lemah dan mengemis, memberi peluang masyarakat menambah penghasilan serta mencegah arus urbanisasi generasi muda.

Selain itu mampu berdayakan kelompok perempuan membangun kreatifitas dan produktifitas masyarakat, termasuk memberdayakan diri sendiri, ungkap lulusan IPB Bogor jurusan perikanan 1992 ini.

***** SB, JDH.

Related posts

Leave a Comment