Penduduk Miskin Banyuresmi/Leuwigoong Terancam Krisis Air

0
37 views

Garut News ( Jum’at, 12/06 – 2015 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

– Penduduk berpenghasilan rendah (MBR) atawa miskin di wilayah Kecamatan Banyuresmi, dan Leuwigoong kini kian terancam tak bisa menikmati fasilitas program pemasangan sambungan baru pipa diluncurkan PDAM Tirta Intan Garut.

Lantaran, kapasitas debit air minum di sana sangat terbatas, bahkan cenderung melebihi kapasitas. Sehingga tak mampu melayani pemasangan sambungan baru.

Padahal saat ini tercatat sedikitnya 80 calon pelanggan di Banyuresmi dan Leuwigoong mendaftar pemasangan pipa air minum berbasis MBR tersebut.

“Kapasitas air di Banyuresmi dan Leuwigoong overload. Tak mampu lagi keluarkan air apabila ditambah sambungan baru. Paling hanya Cibatu,” kata Kepala Unit PDAM IKK Cibatu Deden, Jum’at (12/06-2015).

Itu pun, pihaknya masih kebingungan sebab terbatasnya tenaga teknis. Saat ini, hanya ada dua tenaga teknis pemasangan instalasi jaringan pipa air minum. Padahal dalam kondisi normal saja dibutuhkan setidaknya empat tenaga teknis pada masing-masing unit.

Dikatakan, kini, jumlah calon pelanggan dari kalangan MBR di wilayah Cibatu mencapai sekitar 300. Kuota Cibatu, Banyuresmi, dan Leuwigoong sendiri sekitar 500 sambungan.

“Untuk Cibatu memang masih memungkinkan ditambah sesuai kuota, khususnya ke wilayah utara Cibatu,” katanya.

Deden juga mengingatkan calon pelanggan dari kalangan MBR, adanya diskon tak termasuk pemasangan instalasi pipa air minum di dalam rumah.

Kata dia, PDAM hanya menanggung pemasangan sambungan sampai titik meteran tempat pelanggan. Sedangkan pemasangan instalasi pipa di dalam rumah merupakan tanggung jawab pelanggan sendiri.

Jumlah pelanggan PDAM di wilayah Cibatu kini sekitar seribu pelanggan. Sedangkan di wilayah Banyuresmi dan Leuwigoong mencapai sekitar 1.600 pelanggan.

Direktur PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut Doni Suryadi mengakui adanya ketidaksiapan cabang/unit/IKK di wilayah tertentu melayani pemasangan sambungan baru.

Kata dia, sesuai data teknis, pelayanan pemasangan baru berbasis MBR bisa dilaksanakan di daerah mempunyai sisa kapasitas air minum.

“Sedangkan tenaga teknis, jika cabang tak siap maka nanti bisa dibantu tim teknis dari pusat,” katanya.

*******

Noel, Jdh.