Penduduk Lebak Jaya Desak Pemkab Tanggulangi Banjir

Garut News ( Sabtu, 18/01 – 2014 ).

Uu Saepudin. (Foto: John Doddy Hidayat).
Uu Saepudin. (Foto: John Doddy Hidayat).

Penduduk Kelurahan Lebakjaya di Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, kembali mendesak agar Pemkab setempat segera turun tangan menanggulangti mampatnya saluran jaringan irigasi Lebakjaya, pada Betulan Jembatan Ciparay Parabon.

Lantaran warga menduga kuat, tersumbatnya air irigasi itu lantaran pendangkalan jaringan, juga akibat penumpukan sampah.

Penduduk pun, kini sangat jengkel terkait peristiwa banjir kerap melanda daerah mereka, sebab meluapnya irigasi tersebut.

Kerusakan rumah terjangan luapan air irigasi, juga semakin terus mengancam mereka.

“Banjir ini, terjadi lantaran irigasi tak berfungsi baik, lantaran pendangkalan dan banyaknya sampah. Tetapi DLHKP (Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan), dan SDAP (Sumber Daya Air dan Pertambangan) seharusnya menangani malahan kurang respon. Padahal kondisi ini berlangsung sejak lama,” keluh Deden(49), seorang penduduk Ciparay Parabon, Jum’at (17/01-2014).

Dikemukakan, sejumlah warga berencana berunjuk rasa pada Pemkab Garut terkait persoalan mampatnya jaringan irigasi Lebakjaya pada Betulan Jmbatan Ciparay Parabon itu, katanya.

“Anggap saja aksi ini masukan bagi Pemkab,” tandasnya, lantang.

Kepala DLHKP, Toni Tisna Somantri melalui Kabid Kebersihan, Iwan Trisnadiwan, katakan apabila mampatnya saluran irigasi Lebakjaya Ciparay Parabon itu, tanggung jawab Dinas SDAP.

Pihak DLHKP turut turun tangan semata, karena di sana ada penumpukan sampah.

“Sampah di lokasi itu, beberapa kali dibersihkan dan diangkut, disayangkan, justru kenapa masyarakat sekitar itu membuang sampah ke kali. Jadi kalau kesadaran masyarakat masih rendah, ancaman banjir terus menghantui warga setempat,” sesal Iwan.

Kepala Kelurahan Lebakjaya, Wawan berkilah  membuang sampah pada irigasi Lebakjaya bukan hanya warga Kelurahan Lebakjaya melainkan warga dari luar Lebakjaya.

“Kami beberapa kali mengimbau agar jangan membuang sampah ke kali. Tetapi sampah tetap saja ada. Setelah ditelusuri, ternyata sampah itu berasal dari daerah lain dari luar kelurahan, dan kecamatan kami,” katanya.

Kepala Dinas SDAP, Uu Saepudin menyebutkan, pihaknya beberapa kali mengeruk tanah pada sepanjang saluran atawa jaringan  irigasi Lebakjaya.

Bukan hanya tanah diangkut melainkan juga sampahnya.

“Namun warga meminta tanahnya tak semua diangkut, melainkan kudu tetap disimpan di pinggir atas kali menahan apabila sewaktu-waktu air meluap,” katanya.

*****

Zainul, JDH.

Related posts