Penduduk Jadi Korban Pembuangan Limbah Penyamakan Kulit

0
196 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Jum’at, 16/10 – 2015 ).

Hitam Pekat dan Sangat Bau Menyengat Hidung.
Hitam Pekat dan Sangat Bau Menyengat Hidung.

Sangat kesal lantaran limbah industri penyamakan kulit acap dibuang pada lintasan aliran sungai Ciwalen sehingga mencemari sungai bahkan menimbulkan bau tak sedap, maka seratusan lebih penduduk RW 18 dan 21 Kelurahan Regol Kecamatan Garut Kota memprotes keras, Jum’at (16/10-2015).

Sehingga mereka menjadi korban dampak pembuangan limbah industri penyamakan kulit. 

Meski semula massa bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan sentra industri penyamakan kulit Jalan Gagak Lumayung. Namun diurungkan, dan mereka memilih mendatangi kantor Kelurahan Kota Wetan Jalan Guntur.
Demo tersebut nyaris terjadi kericuhan ketika seorang pengusaha kulit datang menyusul langsung turun dari kendaraan menghadang massa. tetapi situasi bisa segera dikendalikan atas kesigapan petugas Polsek beserta Koramil Garut.

Mereka mendesak para pengusaha tergabung “Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia” (APKI) agar segera bertanggung jawab menangani dampak pencemaran limbah. Masyarakat juga mendesak pengusaha mendatangkan tim medis memeriksa kesehatan warga secara berkelanjutan.

Lurah Mengakui Dampak Limbah Industri Penyamakan Rugikan Masyarakat.
Lurah Mengakui Dampak Limbah Industri Penyamakan Rugikan Masyarakat.

Koordinator aksi, Dedi katakan, penduduk kesal sebab kendati pencemaran sungai berlangsung bertahun-tahun itu beberapa kali dilaporkan pada pihak berwajib, hingga kini tak ditangani serius. Sehingga pembuangan limbah berbahaya ini malahan semakin menjadi-jadi.

“Dulu hanya pagi, tetapi sekarang membuang limbahnya sejak pagi, siang hingga malam. Bau tak sedap kian membuat banyak warga terganggu pernapasan, bahkan banyak yang sakit,” tendasnya.

Bukan hanya warga Regol terganggu dampak pencemaran limbah kulit tersebut. Melainkan penduduk lain sepanjang lintasan kali Ciwalen, serta Cigulampeng pun sama. Terdiri masyarakat di lingkungan Kelurahan Ciwalen, Sukamentri, Kota Wetan Garut Kota, malahan penduduk Desa Suci Kecamatan Karangpawitan.

Pencemaran tak hanya menyebabkan kondisi air hitam keruh pekat dan mengandung banyak zat berbahaya, sekaligus menimbulkan bau sanbgat tak sedap. Sehingga warga tak lagi bisa menikmati udara segar sekitar lingkungannya. Dan paling rentan terkena dampak pencemaran itu terutama kalangan anak-anak.

Kondisi itu dibenarkan pula Lurah Regol Odjo Sutardjo. Dikemukakan, kini, terdapat ratusan anak-anak didera gangguan pernapasan.

“Kami menerima laporan para ketua RW. Kami pun melaporkan kejadian ini pada Dinas Kesehatan diminta tindakan selanjutnya,” katanya.

Menanggapi tuntutan ini, sejumlah pengusaha berjanji menindaklanjutinya. Juga berjanji segera membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Pencemaran Limbah Kulit Sukaregang.

Ketua APKI Garut Jajang Hermawan mengaku pihaknya sebenarnya sering mengingatkan para pengusaha kulit agar tak membuang limbah kulit ke Ciwalen atau aliran sungai lain, bahkan tak ke selokan.

“Adanya aksi ini tentunya kami lebih meningkatkan lagi perhatian atau teguran ke para pengusaha. Keluhan masyarakat ini tentunya kami tindaklanjuti,” katanya pula.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here