Penduduk Jabar Selatan Tagih Mulut Manis Gubernur

 

“Janji Gubernur Piawai Dirangkai Mulut Manisnya, Saat Berkampanye Tahun Lalu Kini Nyaris Ditelan Bumi, Lintasan Cukul – Talegong – Cisewu – Rancabuaya Terkesan Hanya Pencitraan Politik,”

Garut News ( Selasa, 07/01 – 2014 ).

Inilah, Kondisi Lintasan Ruas Badan Jalan Cukul Talegong - Cisewu. (Foto: John Doddy Hidayat).
Inilah, Kondisi Lintasan Ruas Badan Jalan Cukul Talegong – Cisewu. (Foto: John Doddy Hidayat).

Penduduk wilayah Jawa Barat Selatan, kini menagih janji Gubernur Ahmad Heyawan, yang keluar dari “mulut manisnya” pada masa kampanye Pilgub tahun lalu. 

Di antaranya, terkait penganggaran dana APBD Jabar sebesar Rp98 miliar diperuntukan pembebasan lahan bagi pembangunan infrastruktur jalan lintas Jabar selatan.
Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman AS, katakan sesuai ketentuan, pembangunan jalan lintas Jabar selatan dilaksanakan melalui kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Pemprov Jabar.

Pemerintah Pusat bertanggung jawab pelaksanaan proyek fisik jalan menganggarkan sebesar Rp1 triliun.

Sedangkan pembebasan lahan proyek jalan tersebut, tanggung jawab Pemprov Jabar.

Berkondisi Parah. (Foto : John Doddy Hidayat).
Berkondisi Parah. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Pada masa kampanye Pilgub Jabar 2013, Gubernur berjanji menganggarkan Rp98 miliar untuk pembebasan lahan jalan lintas Jabar selatan itu, namun hingga kini tak ada perkembangan. Padahal Kementerian PU melalui Satker Wilayah Jabar 2 tetap bekerja sesuai progress, meski menghadapi kendala teknis, termasuk pembebasan lahan,” ungkap Suryaman, Selasa (07/01-2014).

Lintasan Jalan Provinsi Ini, Nyaris Menyerupai Jalan Desa Atawa Kampung. (Foto: John Doddy Hidayat).
Lintasan Jalan Provinsi Ini, Nyaris Menyerupai Jalan Desa Atawa Kampung. (Foto: John Doddy Hidayat).

Lantaran terkendala pembebasan lahan, kata Suryaman, maka pada sejumlah titik, lebar ruas jalan dibangun tak sesuai standar jalan nasional sebab disesuaikan kondisi ketersediaan lahan.

Terdapat jalan hanya selebar 7,2 meter, 6,2 meter, bahkan 5,5 meter.

Padahal pemenuhan mendesak kebutuhan lebar jalan berstandar nasional ini sekitar 14 meter, katanya.

“Kami hanya menuntut hak sesuai dijanjikan Gubernur saat kampanye. Sangat memprihatinkan apabila melihat ruas jalan Cukul-Talegong-Cisewu-Rancabuaya yang kami kira takkan selesai, lantaran pembangunan terkesan dipaksakan, malahan lebih sebagai pencitraan politik,” ungkap Suryaman pula.

Kerbau pun, Dengar Janji Gubernur Ahmad Heryawan.
Kerbau di Selatan Garut pun, Dengar Janji Gubernur Ahmad Heryawan.

Karena itu, Sekretaris Bidang Infrastruktur Badan Pengembangan Wilayah Jabar Selatan tersebut, juga mengingatkan Pemprov Jabar agar serius membangun jalur alternatif penghubung kawasan selatan Garut, dengan kawasan metro Bandung.

Dia menengarai, pembangunan jalur jalan penghubung Pangalengan Kabupaten Bandung dengan kawasan pantai Rancabuaya Caringin, melintasi kawasan perkebunan Teh Cukul, Talegong, dan Cisewu itu tak didukung “Detail Engineering Design” (DED).

Inilah, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Inilah, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Terutama mulai pada perbatasan Cisewu-Talegong-hingga Rancabuaya Caringin.

“Seharusnya, Binamarga Provinsi Jabar melakukan penelitian terhadap daerah layak dijadikan ruas alternatif. Sebab kondisi eksisting di Talegong, dan Cisewu tak mungkin dilakukan pelebaran sesuai standar jalan provinsi. Begitu pula Cukul-Rancabuaya, jangan hanya dijadikan pencitraan politik, tetapi kudu benar-benar dijadikan jalan bisa bermanfaat lebih luas secara ekonomi,” tandasnya, menyerukan.

Sedangkan janji lain, kerap mengemuka pada mulut manis Gubernur Ahmad Heryawan saat berkampanye lalu, digratiskannya pendidikan SMA/MA/SMK dan sederajat.

Hingga kini, piawainya Gubernur merangkai janji manisnya itu, realisasinya nyaris tak terdengar ditelan bumi, ungkap para orangtua siswa di Garut kepada Garut News, Selasa (07/01 – 2014).

*****

Zainul, JDH.

Related posts