Penduduk “Gasela” Kecam Sekaligus Mengancam Bupati Garut

“Penduduk Gasela Desak Bupati Minta Maap dan Mencabut Ucapannya, Jika Abai Segera Mencabut Dukungan Politik Terhadap Rudy, Bahkan Bisa Menyatakan Mosi Tak Percaya”

Garut News ( Sabtu, 10/05 – 2014 ).

Suryaman Anang Suatma.
Suryaman Anang Suatma, Berang dan Kecewa Berat.

Ketua Dewan Penasihat Presidium “Garut Selatan” (Gasela), Suryaman Anang Suatma, mengingatkan agar Bupati Rudy Gunawan segera minta maap sekaligus mencabut ucapannya.

Kembali diingatkan Suryaman Anang Suatma, pernyataan bupati antara lain meragukan pembentukan “Daerah Otonomi Baru” (DOB) Gasela, dinilai sangat melukai hati nurani penduduk Gasela.

Lantaran selama ini, seluruh proses pembentukan DOB tersebut tuntas dilakukan, hanya tinggal selangkah lagi, mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Dedi Suryadi.
Dedi Suryadi.

Sehingga adanya pernyataan bupati tersebut, juga dinilai basi dan kembali ke masa lalu, padahal keinginan pembentukan DOB Gasela antara lain guna mewujudkan optimalisasi jasa pelayanan publik, demi kesejahteraan masyarakat, tandas Suatma.

Namun pada segenap masyarakat Gasela, juga diserukan agar tetap tenang, tak terprovokasi, sebab permasalahan ini kini diselesaikan pada tataran Muspida, atas tak eloknya bupati berkomentar meragukan pembentukan DOB Gasela.

Padahal pembentukan Gasela juga merupakan janji politik Rudy Gunawan, sejak menjelang menjadi orang nomor satu Garut, katanya.

Dikemukakan Suryaman Anang Suatma, ke depan potensi PBB Gasela bisa meningkat 300 persen, atawa menjadi sekitar Rp24 juta dari saat ini Rp6 juta.

Kemudian terdapat prospektif geothermal (panasbumi) pada lokasi Arinem di perbatasan Pakenjeng dengan Pamulihan.

Serta di Cilayu pada perbatasan Cisewu dengan Talegong, bisa mewujudkan dana bagi hasil mencapai sekurangnya Rp67 miliar setiap tahun.

Kawasan Gasela juga memiliki potensi unggulan industri kelautan, serta sektor pariwisata terpadu.

Malahan berdasar kajian Universitas Padjadjaran (Unpad), pada rentang waktu dua periode bupati DOB Gasela bisa melampaui PAD kabupaten induk.

Dikemukakan pula, kawasan Gasela kini semakin sarat dilintasi ruas badan jalan provinsi, dan jalan negara, atawa nasional.

Kekecewaan masyarakat Gasela terhadap ungkapan Rudy Gunawan, juga dikemukakan mantan Ketua DPRD setempat, Dedi Suryadi, Jum’at (10/05-2014).

Menurut Dedi Suryadi, hendaknya bupati bijak dalam bertutur, dan tak kembali ke belakang, ungkapnya antara lain menyerukan.

Bahkan Suryaman Anang Suatma mengibaratkan ungkapan Rudy Gunawan itu, sebagai indikasi individunya kudu segera dibawa ke psikiater.

Sebelumnya, Jum’at (10/05-2014), Bupati Rudy Gunawan di antaranya mengemukakan, kondisi wilayah selatan Kabupaten Garut masih sangat mengkhawatirkan dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Selatan.

Sangat rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan infrastruktur sangat buruk di kawasan selatan ini belum bisa menjadi modal cukup pemekaran DOB Kabupaten Garut Selatan.

“Selama ini PAD dari Garut bagian selatan hanya Rp8 miliar. Pendapatan terbesarnya dari perusahaan perkebunan sebanyak Rp4 miliar, dan itu pun disetorkan ke pemerintah pusat. Kami khawatir jika mekar, APBD habis oleh gaji pegawai, bahkan kurang,” kata Bupati, Jumat (09/05-2014).

Jumlah PAD kecil dari selatan Garut ini, katanya, terlalu mengkhawatirkan jika dibandingkan PAD DOB Kabupaten Pangandaran sebagai DOB baru disahkan.

Tahun lalu, tuturnya, PAD DOB Kabupaten Pangandaran mencapai sekitar Rp30 miliar, sedangkan PAD dari seluruh wilayah calon DOB Kabupaten Garut Selatan mencapai Rp8 miliar.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment