Penduduk Garut Terpaksa Jadikan Jalan Raya Ajang Perlombaan

Garut News ( Senin, 18/08 – 2014 ).

Penduduk Kampung Sangkan Desa Cintarasa, Samarang, Garut, Jabar, Terpaksa Menggelar Perlombaan Pada Lintasan Jalan Raya Desa.
Penduduk Kampung Sangkan Desa Cintarasa, Samarang, Garut, Jabar, Terpaksa Menggelar Perlombaan Pada Lintasan Jalan Raya Desa.

Penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, khususnya bermukim pada kawasan perkotaan terpaksa menjadikan lintasan ruas badan jalan.

Atawa jalan raya sebagai ajang beragam perlombaan.

Lantaran semakin sulitnya bisa mendapatkan sarana lapangan terbuka umum, bahkan areal persawahan serta ladang pun, kini kian tergerus alih fungsi lahan menjadi komplek perumahan.

Penduduk Kampung Cisanca Kidul Desa Cintarakyat, Samarang, Garut, Gelar Lomba di Pinggiran Rumpun Bambu.
Penduduk Kampung Cisanca Kidul Desa Cintarakyat, Samarang, Garut, Gelar Lomba di Pinggiran Rumpun Bambu.

Sehingga pada rangkaian menyemarakan peringatan HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI, sejak sepekan sebelumnya.

Penduduk memanfaatkan jalan raya termasuk areal sawah baru tuntas dipanen.

Agus Kurniawan, panitia lomba peringatan HUT RI di Kampung Sangkan Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Garut, Ahad (17/08-2014), katakan sedikitnya menggelar 13 jenis lomba diikuti puluhan hingga ratusan warga setempat.

Atraksi Panjat Pinang di Halaman Rumah Warga Kampung Biru, Garut.
Atraksi Panjat Pinang di Halaman Rumah Warga Kampung Biru, Garut.
Memanfaatkan Kolam Milik Penduduk Kampung Sangkan Desa Cintarasa, Samarang, Garut.
Memanfaatkan Kolam Milik Penduduk Kampung Sangkan Desa Cintarasa, Samarang, Garut.

Selain memanfaatkan kolam milik penduduk, juga terpaksa menggelar lomba di jalan sebab kesulitan mendapat lokasi permainan, lantaran semakin langkanya lokasi kosong.

Meski memanfaatkan lintasan jalan desa beraspal, namun panitia juga mengatur lalulintas, sehingga kegiatan lomba terhenti apabila terdapat kendaraan melintas, katanya.

Sedangkan masyarakat Kampung Biru, Garut, juga terpaksa menggelar atraksi panjat pinang di halaman rumah warga.

“Masih terbilang untung, jika terdapat pihak sekolah Tsanawiyah atawa SD, yang bisa meminjamkan halaman sekolahnya untuk menggelar perlombaan,” ungkap Eman(36) penduduk Kampung Cisanca Kidul Desa Cintarakyat, Samarang, Garut.

Dia kemukakan, beragam perlombaan digelar pada tanah lapang dikelilingi rumpun bambu, setelah mendapat izin dari pemilik tanahnya.

Menyusul kini, tak setiap kelurahan atawa desa memiliki lokasi tanah lapang bagi kepentingan umum.

Bahkan di Kelurahan Sukajaya, Tarogong Kidul, Garut, setiap berlangsung shalat Idul Adha, dan Shalat Idul Fitri pun, terpaksa memanfaatkan halaman sekolah.

Itupun kondisinya kian tak mampu menampung seluruh masyarakat, maka setiap shalat Idul Adha, serta shalat Idul Fitri, banyak di antara jemaah shalat di dalam ruangan kelas, ungkap Fadillah warga setempat, menambahkan.

*******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment