Penduduk Garut Terpaksa Gelar Agustusan di Jalan

0
36 views
Ilustrasi.

Garut News ( Senin, 20/08 – 2018 ).

Ilustrasi.

Merebak – maraknya ragam kegiatan lomba Agustusan digelar pelbagai kalangan, dan komponen masyarakat Kabupaten Garut memeringati 73 Tahun Kemerdekaan RI, di perdesaan maupun perkotaan hingga kini masih berlangsung.

Namun lantaran terbatasnya tanah lapang maupun lahan ruang terbuka, menjadikan penduduk pada sejumlah tempat mereka terpaksa menutup ruas jalan umum, yang digunakan berlangsungnya aneka kegiatan Agustusan.

Di antaranya, di lingkungan Jalan Mandalagiri, Jalan Sukamentri Garut Kota, Jalan Terusan Pahlawan, dan Jalan Citeureup Tarogong Kidul.

Demikian pula dilakukan warga di sejumlah perumahan, juga terpaksa memanfaatkan sarana badan jalan tersedia untuk lomba Agustusan tersebut. Seperti di Kompleks Margamulya Pataruman Tarogong Kidul.

Sehingga para pengendara tak bisa melintas akibat pemblokiran ruas jalan, meski pengguna jasa jalan relatif memakluminya. Tak terdengar gerutuan atau ucapan serapahnya.

73 Indonesia Merdeka, Jembatan di Cisompet Masih Berkondisi Menyedihkan.

Paling hanya terlihat menghela napas, kemudian memutar kembali kendaraannya ke arah semula mencari jalur lain.

“Ya. Kita memakluminya. Mungkin memang tak ada tempat cukup lapang menggelar kegiatan warga. Maka terpaksa digelar di badan jalan,”┬áimbuh Subakat (48) warga Ciwalen Garut Kota, Senin ( 20/08 – 2018).

Meski tak semeriah tahun-tahun sebelumnya, tak sedikit pula warga menggelar kegiatan dan perlombaan Agustusan sejak beberapa hari menjelang puncak peringatan HUT RI, yang tahun ini pada Jumat ( 17/08 – 2018 ).

Biasanya kegiatan terus berlangsung hingga sepekan ke depan, yang ditutup pembagian hadiah bagi pemenang lomba, dan suguhan hiburan.

Aneka macam ornamen menarik pun, bernuansakan merah putih terlihat menghiasi masing-masing lingkungan, mulai gapura jalan/gang masuk permukiman, bangunan rumah, pertokoan, hingga perkantoran.

Kebutuhan biaya kegiatan umumnya dipenuhi dari hasil iuran antarwarga masyarakat di lingkungan mereka. Kendati tak sedikit mengajukan proposal bantuan ke pihak lain selaku donatur.

Kegiatan dan perlombaan digelar rata-rata bersifat hiburan. Semisal lomba balap karung, balap kelereng, menangkap anak belut di ember, memukul kendi berisi air dengan mata tertutup.

Kemudian memasukkan benang ke jarum, memasukkan jarum ke dalam botol, meniti batang bambu di atas kolam ikan, balap makan kerupuk, mengambil uang koin di nampan penuh tepung dengan mulut, balap kelereng, dan rebutan hadiah dengan memanjat batang pinang atau bambu.

Berbagai permainan olahraga digelar juga tetap bernuansakan hiburan, dan persaudaraan berpeserta dari pelbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Laki-laki maupun perempuan.

********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here