Penduduk Garut Masih Terlantar di Belantara Hutan Riau

0
26 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 08/12 – 2015 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, kesekian kalinya kembali menjadi korban dugaan penipuan penempatan tenaga kerja di luar pulau Jawa.

Terdapat sedikitnya 20 warga Kecamatan Cibatu dipekerjakan pada pengolahan hutan di kawasan hutan di Kepulauan Riau. Mereka terpaksa melarikan diri lantaran pekerjaan tak sesuai dijanjikan.

Bahkan selain berlokasi di pedalaman hutan jauh dari lingkungan masyarakat, juga perlakuan diperoleh mereka tak lebih dari kerja paksa.

Sepuluh di antaranya berhasil kembali tiba di kampung halaman Cibatu. Sedangkan sepuluh lainnya masih tertahan di Kepulauan Riau menunggu bantuan.

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Skandal tersebut, terungkap saat empat korban datang mengadu pada Dinsosnakertrans Kabupaten Garut Jalan Patriot, Senin (07/12-2015).

Salah seorang korban, Andi(41) katakan, semula mereka dijanjikan perusahaan disebut bergerak bidang pengolahan hutan itu, bakal dipekerjakan pada pengolahan hutan berupah Rp77.000 per hari per orang. Upah ini akan dibayarkan setiap pekan.

Ternyata setelah bekerja sekitar sebulan lebih, perusahaan malahan menjanjikan upah dibayarkan setiap lima bulan dengan sistem borongan. Maka, para pekerja juga kecewa.

Tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa sebab berada di tempat asing, dan jauh dari permukiman penduduk.

“Lokasinya sangat jauh. Untuk sampai di lokasi, kita harus berjalan kaki sehari semalam. Saya sendiri di sana hanya selama tiga pekan. Enggak kuat,” ungkap Andi.

Karena itu, dia bersama rekan-rekannya terpaksa nekat melarikan diri memasuki lebih dalam lagi menerabas belantara hutan agar tak tertangkap pihak perusahaan. Sehingga beberapa lintasan aliran sungai termasuk rawa-rawa pun terpaksa mereka arungi hingga akhirnya tiba di permukiman penduduk.

“Semuanya ada 20 orang. Yang pulang 10 orang, dan 10 orang lagi masih pada sebuah tempat di Riau ditolong penduduk setempat,” kata Andi.

Dikemukakan, dirinya bersama tiga rekan mengadu agar mendapat perlindungan serta bantuan proses pemulangan rekan-rekannya masih tertahan di Riau.

Namun dia menyatakan kecewa atas jawaban pihak Dinsosnakertrans. Bukan mendapat bantuan ongkos bisa menjemput sepuluh rekan di Riau, pihak Dinsosnakertrans malahan menyarankan Andi dan rekannya melaporkan kasus tersebut ke polisi, dan kantor tenaga kerja di Riau.

Ini diakui pula Kepala Dinsosnakertrans Garut Elka Nurhakimah. Dikatakan, sebaiknya para korban melaporkan ke pihak kepolisian atau kantor tenaga kerja setempat. Setelah itu, barulah kepulangan mereka akan diurus dan difaslitasi kantor tenaga kerja setempat.

“Memang prosedurnya seperti itu. Kalau ada warga luar telantar di sini (Garut), mereka pun diurus oleh kami, ya diberi ongkos pulang. Sama, warga Garut telantar di sana kalau melapor pihak terkait di sana, mereka juga akan diberi ongkos pulang ke Garut,” katanya.

Kabid Jaminan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans, Samhari menambahkan, kasus penipuan tenaga kerja bermodus serupa kerap menimpa penduduk Garut.

Seperti terjadi pada sejumlah warga Garut Kota dipekerjakan berujung penelantaran di Kepulauan Aru Maluku Utara belum lama ini.

“Ada banyak kejadian seperti ini tetapi tak lapor ke kami. Kebanyakan bisa kembali pulang setelah dikirim ongkos keluarganya,” katanya pula.

*******

Noel, Jdh.