Penduduk Garut Kerap Diterjang KLB Keracunan Massal

0
35 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Jum’at, 29/05 – 2015 ).

dr H. Rinaldi Lakukan Pemeriksaan Setiap Pasien Korban Keracunan.
dr H. Rinaldi Lakukan Pemeriksaan Setiap Pasien Korban Keracunan.

Penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama ini kerap diterjang “Kejadian Luar Biasa” (KLB) keracunan massal.

Yang selama ini pula diduga kuat lantaran mengonsumsi makanan pada helatan atawa penyelenggaraan hajatan.

Bahkan peristiwa terbaru, terjadi Kamis (28/05-2015), sekitar 85 penduduk Kampung Bojong Jaya RT. 02/01 Desa Pasir Kiamis di wilayah Kecamatan Pasirwangi, hingga menjelang Jum’at (29/05-2015) dini hari, mereka terpaksa berdesakan tergeletak menjalani proses penyembuhan.

Pasien Keracunan Penuhi Ruang UGD Puskesmas DTP Tarogong.
Pasien Keracunan Penuhi Ruang UGD Puskesmas DTP Tarogong.

Masing-masing pada Puskesmas DTP Tarogong terdapat 22 korban keracunan terdiri 13 pasien menjalani rawat inap dan sembilan pasien rawat jalan, antara lain ditangani langsung dr H. Rinaldi.

Kemudian di Puskesmas Gadog disesaki 59 korban keracunan terdiri enam pasien rawat inap dan 53 pasien rawat jalan, sedangkan pada Balai pengobatan Cisanca terdapat eempat pasien rawat inap.

Terpaksa Berdesakan.
Terpaksa Berdesakan.

Mereka berusia berkisar empat hingga sembilan tahun, namun juga terdapat dua orangtua korban keracunan tersebut.

Sebelumnya pada sekitar pukul 14.00 mereka mengonsumsi makanan pada acara sykuran ulang tahun Dila(6), namun gejala mual, pusing serta muntah-muntah terjadi sejak puku 15.00, pukul 17.00 serta pada pukul 18.00.

Orangtua Korban Keracunan.
Orangtua Korban Keracunan.

Sedangkan hidangan yang dikonsumsi antara lain, nasi kuning, telur semur, bonteng, serta kentang, dengan minumannya teh hijau.

Proses pengobatan dugaan keracunan makanan itu, di antaranya dihadiri Kabid Yankes dr Asep Sani, Kabid P2 Tatang, serta Kabid Kesling Dinkes kabupaten setempat Eman Suherman.

Didesak pertanyaan Garut News, Eman Suherman antara lain katakan, kini segera mendesak ditingkatkannya upaya pengawasan makanan, dan minuman termasuk pada lingkungan masyarakat.

Eman Suherman.
Eman Suherman.

Sehingga bagi penduduk yang hendak menyelenggarakan hajatan, diharapkan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat guna melakukan pengawasan makanan dan minuman, imbuhnya menyerukan.

 

******