Penduduk Garut Diserukan Waspadai Ragam Penyakit Membahayakan

0
102 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 05/11 – 2015 ).

aa8Masyarakat selain diingatkan agar waspada pada kemungkinan terjadinya bencana alam menyusul kondisi daerah yang rawan bencana, penduduk Kabupaten Garut juga diminta mewaspadai ragam penyakit membahayakan, lantaran acap mendera di awal musim hujan, atawa pancaroba.

Sebab sejak dua hari terakhir kota Garut, dan sekitarnya mulai diguyur hujan. Bahkan sempat pula mengguyur sejumlah titik lokasi wilayah selatan kabupaten setempat sejak beberapa hari sebelumnya.

Kadinkes Garut Teni Sewara Rifa’i didampingi Kabid Pegendalian Penyakit Tatang Wahyudin katakan, terkait perubahan kondisi cuaca mulai memasuki musim hujan, masyarakat diserukan mewaspadai sejumlah penyakit membahayakan sering muncul, malahan berkembang pada pergantian musim, atau pancaroba.

Pemeriksaan Penderita DBD.
Pemeriksaan Penderita DBD.

Di antaranya penyakit “demam berdarah dengue” (DBD), diare, “insfeksi saluran pernapasan akut” (Ispa), serta penyakit lainnya. Sedangkan penyakit DBD, untuk pencegahannya masyarakat kudu rajin melakukan kegiatan “pemberantasan sarang nyamuk” (PSN) secara rutin, imbuhnya.

Selama musim pancaroba, guyuran hujan  bisa menimbulkan banyak genangan air sering digunakan nyamuk berkembang biak. Apalagi nyamuk Aedes Aegypti, merupakan vektor utama penyebaran penyakit akibat virus dengue tersebut, katanya.

“Mencegah pelbagai penyakit awal musim hujan itu masyarakat harus selalu menjaga kesehatan diri, dan kebersihan lingkungan. Khusus antitipasi DBD terutama masyarakat mesti melakukan kegiatan PSN secara rutin. Minimal sepekan sekali,” imbuhnya pula, Kamis (05/11-2015).

Mereka kemukakan, jumlah kasus positif DBD terjadi pada sejumlah tempat di kabupaten ini selama rentang awal Januari hingga akhir Oktober 2015, tercatat mencapai 314 kasus.

Bahkan terdapat empat dari 42 wilayah kecamatan merupakan daerah endemis, terdiri Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan wilayah Kecamatan Karangpawitan.

Ditegaskan, tak ditemukan kematian akibat kasus DBD selama Januari hingga Oktober 2015 tersebut, katanya.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here