Penduduk Garut Dikejutkan Mendadak-sontaknya Kenaikan PBB

0
207 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 15/03 – 2016 ).

KP PBB Garut.
KPP Pratama Garut.

Penduduk pada sejumlah daerah di Kabupaten Garut dikejutkan mendapatkan tagihan pembayaran “Pajak Bumi Bangunan” (PBB) tahun 2016, yang ternyata mengalami kenaikan.

Lantaran selain mendadak sontak atawa tanpa pemberitahuan maupun sosialisasi sebelumnya, kenaikan tagihan PBB terbilang cukup tinggi, di atas 50 persen dari tahun sebelumnya.

Demikian antara lain dikemukakan warga Kampung Cempaka RT 01/16 Kelurahan Lebakjaya Karangpawitan Siti Sumarni. Dia juga katakan biasanya menerima tagihan pembayaran PBB Rp22.000 per tahun.

Tetapi awal Maret 2016, petugas penagihan pajak menyodorkan kuitansi tagihan pembayaran PBB 2016 bernilai pajak harus dibayar Rp32.000.

Ini dialami pula penduduk Kampung Kebon Kelapa Ciwalen Garut Kota Teti Herawati. Dia menyebutkan, tahun lalu, PBB kudu dibayarnya Rp42.000, namun tahun ini meningkat menjadi Rp65.000.

Dikeluhkan juga warga Blok 7 Perum Bum Cempaka Indah Deuis Larasati. Menurutnya, tahun lalu PBB dibayarnya Rp40.000, tetapi tahun ini harus dibayarnya menjadi Rp65.000.

“Yang menjadi persoalan bukan nilai kenaikannya. Melainkan kenapa Pemerintah tak memberitahukannya dulu?,” ungkap Deuis, Selasa (15/03-2016).

Kepala Kelurahan Lebakjaya Karangpawitan Wawan katakan, nilai tagihan PBB 2016 memang ada kenaikan bervariatif di atas 30 persen dari tahun sebelumnya.

Dia pun memaklumi keluhan sejumlah warga atas kenaikan nilai tagihan pembayaran PBB tersebut.

“Saya pun tak dikasih tahu dulu. Memang banyak masyarakat menanyakkan kenaikan tagihan PBB itu. Nilai kenaikan memang tak sama, tetapi rata-rata di atas 30 persen,” kata dia.

Bupati Rudy Gunawan mengakui nilai tagihan pembayaran PBB tahun ini mengalami kenaikan 25 persen ke atas. Kenaikan tersebut terjadi karena harga tanah saat ini dinilai melebihi harga jual. Sehingga adanya kenaikan PBB maka Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) turut naik.

“Di Pengkolan (pusat kota Garut), harga tanah Rp600 ribu per meter. Sedangkan harga jualnya Rp25 juta per meter,” katanya.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here