Penduduk Cimuncang Desak Pertamina Segera Bayar Konpensasi

0
24 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 19/09 – 2015 ).

Penduduk Kampung Cicurug, Pasirwangi Hanya Mampu Bisa Berpenerangan Obor Meski di Perut Buminya Bersemayam Limpahan Energi Geothermal.
Penduduk Kampung Cicurug, Pasirwangi Hanya Mampu Bisa Berpenerangan Obor Meski di Perut Buminya Bersemayam Limpahan Energi Geothermal.

Banyak penduduk Kelurahan Cimuncang Kecamatan Garut Kota mendatangi DPRD setempat, Jumat (18/09-2015).

Mereka meminta DPRD agar mendesak PT Pertamina segera membayar konpensasi atas lahan maupun bangunan rumah bakal dilintasi pembangunan jaringan “Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi” (SUTET) dari Proyek “Pembangkit Listrik Panasbumi” (PLTP) Karaha Tagala Bodas.

Mereka juga mendesak Pertamina melakukan sosialisasi yang jelas mengenai rencana pembangunan SUTET tersebut, berikut beragam kemungkinan dampak buruk terhadap warga sekitar.

“Kami mendukung pembangunan SUTET, tetapi masyarakat ingin nyaman dan tenang. Kami minta ketegasan kapan kompensasi terhadap warga dibayarkan? Jangan sampai warga terus dijanjikan diberi kompensasi, namun tak ada realisasinya,” ungkap Ketua RW 08 Kelurahan Cimuncang, Komarudin saat diterima Komisi B di Ruang Aspirasi DPRD.

Desak Pertamina Bayar Konvensasi.
Desak Pertamina Segera Bayar Konvensasi.

Dikemukakan, kini warga gelisah dan kebingungan, lantaran tanpa sosialisasi dari Pertamina mengenai proyek itu. Bahkan ada warga batal merenovasi rumahnya karena mendengar rumahnya akan terkena proyek SUTET. Padahal dia sudah membeli bahan bangunan untuk renovasi rumah ini.

Selain itu, terdapat juga warga batal menjual rumahnya karena pembelinya mengurungkan niat menyusul adanya informasi rumah tersebut akan terkena proyek SUTET.

“Kami juga terpaksa datang ke DPRD. Sebab kami pernah mengundang Pertamina menjelaskan ke warga di kantor desa, tapi Pertamina tak datang,” sesalnya.

Menanggapi hal itu, perwakilan PT Pertamina untuk Proyek Karaha, Indarto memastikan kompensasi terhadap warga terkena proyek tower maupun dilintasi jaringan SUTET segera diberikan. Namun Indarto meminta warga bersabar karena diperlukan waktu melakukan pendataan dan validasi menyangkut berapa Kepala Keluarga (KK) terkena proyek SUTET berikut besaran kompensasi, katanya.

“Lahan dilintasi SUTET pasti diberikan kompensasi, tanahnya tak ada pengalihan hak milik. Namun perlu waktu disurvei siapa pemilik dan nanti dinilai Kantor Jasa Penilai Publik menyangkut berapa kompensasi diberikan. Kami baru melakukan sosialisasi dan memberikan kompensasi terhadap warga tanahnya dibangun tower. Untuk lahan dilintasi SUTET, rencana kompensasi diberikan bersamaan daerah lain juga terkena,” katanya pula.

Dikatakan, ada sekitar 650 KK akan mendapatkan kompensasi karena lahan miliknya terkena proyek SUTET sepanjang sekitar 20 kilometer itu.

Camat Garut Kota Usep Basuki Eko membenarkan dilakukan sosialisasi dan pemberian kompensasi di kantor Kecamatan Garut Kota terhadap warga pada tiga kelurahan lahannya didirikan tower untuk SUTET. Tiga kelurahan tersebut, Cimuncang, Sukanegla, dan Margawati.

“Pada tiga kelurahan ini ada tujuh titik tapak SUTET akan dibangun. Tetapi saya belum tahu berapa jumlah KK lahannya terlintasi SUTET. Saya masih menunggu laporan konsultan,” bebernya.

*******

Noel, Jdh.