Penduduk Bungbulang Terancam Gagal Ikuti Ujian Sekolah

0
120 views

Garut News ( Ahad, 04/03 – 2018 ).

Seorang murid kelas XII SMAN 7 Bungbulang Garut, Jawa Barat, atas nama Nova Rahayu kini terancam tak bisa mengikuti ujian sekolah akhir lantaran kondisi tubuhnya kian mengalami pembengkakan, disertai keluhan sakit pada beberapa bagian anggota tubuh.

Di saat rekan-rekannya semakin sibuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sekaligus memersiapkan ujian akhir menamatkan sekolah, namun gadis kelahiran 18 Nopember 2008 tersebut setiap harinya hanya bisa menatap seragam sekolah, dan sepatu tak lagi muat di kakinya terus mengalami pembengkakan.

Sejak akhir 2017 silam, Nova didiagnosis mengalami kebocoran ginjal, dan lambung itu hanya bisa terbaring di rumah bersama orang tuanya di Kampung Palahan RT 03/01 Desa Margalaksana Bungbulang selatan Garut.

Banyak upaya pengobatan sempat dilakukan ke rumah sakit maupun pengobatan alternatif namun tak pernah maksimal sebab terkendala tak ada biaya. bahkan Nova pun tak memiliki kartu BPJS. Sehingga pembiayaan pengobatan sepenuhnya ditanggung keluarga.

Penghasilan ayahnya, Agus Dadi, berprofesi pengumpul barang rongsokan sangat terbatas. Ibunya, Heni Marlina, pun sebatas mengurus rumah tangga, meski beberapa waktu sebelumnya pernah bekerja menjadi tenaga kerja wanita di Abu Dhabi.

”Setiap pagi, anak saya hanya memandangi sepatu, dan seragam sekolah yang lama tak dipakai karena ukuran kakinya semakin membesar,” ungkap Ny. Heni Marlina, Sabtu (03/03-2018).

Diharapkan anaknya mendapat penanganan medis secara baik sehingga penyakitnya dapat diketahui pasti, dan diobati.

Dikatakan, penyakit dialami Nova bermula pada September 2017, Nova pulang dari sekolah sambil berhujan-hujan. Pada malam harinya, Nova mengeluh kakinya terasa pegal, dan terlihat membengkak.

Orang tuanya memanggil tukang pijat. Yang dipijat ternyata tak hanya bagian kaki melainkan hampir seluruh bagian tubuh. Anehnya, keesokan harinya, kondisi Nova tak membaik, justeru seluruh tubuhnya terutama bagian perut mengalami bengkak.

Karena tak kunjung membaik, orang tuanya kemudian membawa Nova ke RSU dr Slamet Garut. Di sana sempat dilakukan cek daerah, dan tes urin. Hasil diagnosa dokter setempat menyatakan Nova menderita bocor kecil pada ginjal, dan lambungnya. Nova pun disarankan dirawat inap di rumah sakit ini.

Namun terbentur kondisi keuangan, pihak keluarga tak mengikuti saran dokter, melainkan membawa pulang kembali Nova ke rumahnya di Bungbulang.

Sehingga, kondisi kesehatan Nova semakin memburuk, Pembengkakan tubuhnya kian parah. Berat badan Nova semula sekitar 40 kilogram bertambah menjadi sekitar 67 kilogram.

Pada bagian kakinya pun dijumpai sejumlah luka kecil mengeluarkan darah bening yang sulit dihentikan. Sehingga luka-luka kecil tersebut sukar sekali sembuh.

Tak hanya itu, saat menangis, mata Nova langsung membengkak dengan kantung mata kehitaman. Tak jarang, Nova hanya bisa terbaring di tempat tidur sehari semalam tanpa dapat melakukan aktivitas apapun.

Kondisi tersebut berlangsung berpekan-pekan. Sehingga Ujian Tengah Semester (UTS) pun harus diikutinya di rumah.

Pada Desember 2018, Nova sempat dibawa berobat ke sebuah klinik kesehatan di wilayah Bungbulang. Hasil diagnosis dokter setempat pun sama dengan diagnosis dokter RSU dr Slamet Garut. Nova mengalami kebocoran pada bagian ginjal dan lambungnya.

Masih penasaran, Nova kembali diperiksakan orang tuanya ke seorang dokter praktik lainnya masih di Bungbulang. Namun hasilnya, lagi-lagi menyebutkan menderita ginjal, dan lambung. Bahkan kini, Nova didiagnosa mengalami sakit pula pada bagian paru-parunya. Dokter pun menyarankan Nova dirawat.

Namun, lagi-lagi, kondisi ekonomi membuat pengobatan terhadap Nova tak dilakukan tuntas. Pengobatan dilakukan justeru lebih sering mengandalkan obat-obat tradisional hanya sebatas mengandalkan informasi alakadarnya di sekitar tempat tinggalnya.

Atas saran kerabatnya, pada Januari 2018, Nova dibawa ke pengobatan alternatif di Pangalengan.

Di sana, dia didiagnosa tak hanya menderita ginjal, tetapi juga lever. Nova disarankan berobat secara rutin. Namun, lagi-lagi persoalan biaya menjadi kendala.

Hingga saat ini Nova masih terbaring di rumahnya. Tubuhnya layaknya perempuan tengah mengandung sembilan bulan.

Sejak semester dua tahun ini, Nova tak lagi masuk sekolah. Padahal seharusnya bersama teman-teman sekolahnya mengikuti ujian, mulai dari ujian praktik, ujian simulasi, sampai ujian akhir sekolah.

*******

(NZ/Jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here