Pendidik Berprestasi Tak Lagi “Kinclong” Tunjang Jenjang Karier

0
39 views

“Seleksi Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi Cenderung Sepi Peminat”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 30/04 – 2016 ).

Nandang Awasi Para Peserta Seleksi.
Nandang Awasi Para Peserta Seleksi.

Keberhasilan meraih predikat pendidik atawa guru maupun kepala sekolah berprestasi, ternyata kini tak lagi “kinclong”, yang serta merta bisa menunjang jenjang karier mereka.

Lantaran jenjang karier mereka sekarang, kian dikepung ragam regulasi.

Serta kebijakan unsur pimpinan, termasuk periodesisasi jabatan fungsional kepala sekolah.

“Sehingga tahun ini pun, terdapat kecenderungan sepinya peminat guru dan kepala sekolah mengikuti ajang selektivitas meraih predikat berprestasi tersebut,” ungkap kalangan pendidik dan tenaga kependidikan kepada Garut News.

Saptaji Hadi Permana.
Saptaji Hadi Permana.

Mereka yang enggan disebut namanya itu katakan, umumnya peserta selektivitas ini antara lain hanya sekedar mencari pengalaman baru, meski terdapat pula di antaranya berobsesi atau bermotivasi kuat bisa meraih predikat guru maupun kepala sekolah berprestasi, katanya.

Terbukti pada helatan seleksi yang digelar di aula Disdik Kabupaten Garut sepanjang Sabtu (30/04-2016) hanya diikuti 76 peserta.

Terdiri masing-masing 16 guru dan Kepala Sekolah Dasar (SD), 23 guru SMP beserta dua Kepala SMP, 13 guru SMA dan satu Kepala SMA, serta empat guru SMK juga hanya satu Kepala SMK.

Seorang Guru SMK Merenung Sejenak Saat Diseleksi.
Seorang Guru SMK Merenung Sejenak Saat Diseleksi.

Padahal di kabupaten ini terdapat sekitar 1.542 SD Negeri dan Swasta, kemudian 139 SMP Negeri, 189 SMP Swasta, 90 SMA Negeri dan Swasta, serta terdapat pula sekitar 235 SMK Negeri dan Swasta.

Ketua Pelaksana Seleksi Guru dan Kepala SMA Berprestasi 2016, Drs H. Nandang, SH, M.Pd katakan materi seleksi meliputi porto polio sebagai gambaran kegiatan peserta seleksi selama di sekolah berupa piagam juga prestasi mereka raih.

Disusul seleksi akademik terdiri soal-soal menyangkut pendagogik, serta kompetensi profesionalimenya, psikotes kepribadian, wawancara seputar kompetensi sosial dan kependidikan, karya tulis ilmiah berupa malakah sekaligus mempresentasikannya.

Seleksi Pada Guru/Kepala SD Berprestasi.
Seleksi Pada Guru/Kepala SD Berprestasi.

Sedangkan Ketua Seleksi Guru dan Kepala SMP, Drs Saptaji Hadi Permana, M.Pd mengemukakan masih banyaknya guru dan kepala sekolah tak mengikuti selektivitas ini, lantaran masing-masing individu memiliki persepsi yang beragam.

Hasil seleksi tingkat kabupaten itu, masing-masing peraih juara satu guru dan kepala sekolah pada masing-masing jenjang pendidikan diikutsertakan pada seleksi tingkat provinsi Jawa Barat sekitar Juni 2016.

Kemudian peraih juara tingkat provinsi dipastikan diberangkatkan ke tingkat pusat.

Dikemukakan pula tugas pokok dan fungsi guru, meliputi mendidik, mengajar, membingbing, melatih, mengarahkan, menilai, serta mengevaluasi, katanya.

Peserta dari Tingkat SMP.
Peserta dari Tingkat SMP.

Kepala Bidang, serta Kepala Disdik pun menurutnya patut memiliki akuntabilitas yang memadai, imbuhnya.

Kabupaten Garut tahun ini memberangkatkan seorang pengawas dinilai berprestasi, masing-masing pengawas SD, SMP, SMA, dan Pengawas SMK, katanya pula.

 

********