Penderita Tumor Kepala Sangat Berharap Bantuan Dermawan

0
23 views
Ilustrasi. Ikan mas selamat setelah operasi tumor di otaknya. (DEBRA MAYRHOFER/LORT SMITH ANIMAL HOSPITAL/AFP).
Garut News ( Selasa, 01/11 – 2016 ).
Ilustrasi. Ikan mas selamat setelah operasi tumor di otaknya. (DEBRA MAYRHOFER/LORT SMITH ANIMAL HOSPITAL/AFP).
Ilustrasi. Ikan mas selamat setelah operasi tumor di otaknya. (DEBRA MAYRHOFER/LORT SMITH ANIMAL HOSPITAL/AFP).

Penduduk Kampung Munjul, RT. 02/12 Desa Mangkurakyat Cilawu Garut, Mamad(68) hingga kini hanya bisa terduduk maupun berbaring tak berdaya menahan sakit tak terperikan yang kian terus-menerus  mendera kepalanya.

Sedangkan tumor, yang diketahui tumbuh di kepalanya sejak 2007 lalu tersebut malahan terus berkembang mekar semakin membesar, dengan mengeluarkan nanah, dan darah berbau sangat tak sedap. Sehingga dia tak bisa berbuat apa-apa, meski selaku kepala keluarga.

Bapak tua semula bekerja memburuh serabutan itu, sekarang sehari-harinya hanya bisa pasrah diam ditemani sang isteri di rumahnya sangat sederhana. Kebutuhan hidupnya pun selama ini lebih bergantung pada uluran tangan kerabat maupun tetangga berempati atas nasib dideritanya itu. Anak-anaknya pun tak bisa berbuat banyak lantaran berkondisi sosial ekonomi sangat lemah.
Padahal, seharusnya senantiasa masif menjalani pengobatan ke RS Hasan Sadikin Bandung sebagaimana dirujuk pihak RSU dr Slamet Garut. Namun hal itu tak bisa dijalaninya. Kendati mengantongi fasilitas BPJS, ketiadaan biaya sekadar ongkos keberangkatan pun menjadi kendala sangat berarti bagi keluarga mereka.
Oyom (65), istri Mamad katakan, tumor diderita suaminya ini semula hanya berupa tanda hitam sebesar lingkaran uang logam pecahan Rp500. Namun ketika suatu waktu tanda hitam di kepalanya itu terbentur kayu kusen atap rumah, tanda hitam tersebut luka mengeluarkan darah. Luka tak kunjung sembuh meski berupaya diobati dengan obat luka.
Belakangan, pada tanda hitam di kepalanya tersebut tumbuh benjolan sebesar telur ayam kampung. Sempat diperiksakan ke RSU dr Slamet Garut. Pihak rumah sakit menyatakan benjolan tersebut tumor.
Sebab tak tersedia peralatan penanganan tumor di kepala Mamad, maka pihak RSU dr Slamet merujuknya berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.
“Sempat tujuh kali dibawa ke RSHS Bandung menggunakan BPJS. Namun belakangan ini tak sanggup lagi dibawa ke Bandung. Enggak ada biaya ongkosnya,” ungkap Oyom pilu, Senin (31/10/16).
Kini, tumor tumbuh di kepala Mamad terus mengganas mekar seperti bunga mawar. Basah mengeluarkan nanah dan darah disertai bau tak sedap.
“Kami hanya bisa berharap terdapat dermawan tersentuh hatinya mengulurkan tangan membantu pengobatan saudara saya agar bisa sembuh kembali. Sehingga dia bisa beraktivitas seperti sebelumnya,” imbuh saudara Mamad, Kokom.

*********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here