Penderita Thalasemia Terlantar Lantaran Persediaan Darah Kosong

0
7 views

Garut News ( Kamis, 23/07 – 2015 ).

Foto : John Doddy Hidayat).
Foto : John Doddy Hidayat).

– Ratusan penderita thalasemia juga pasien lain mendesak membutuhkan darah, justru kini menjadi telantar lantaran persediaan kantung darah di rumah sakit atawa “Unit Donor darah” (UDD) “Palang Merah Indonesia” (PMI) Kabupaten Garut berkondisi kosong.

Banyak keluarga pasien, kesulitan mendapat persediaan darah berlangsung sejak sepekan terakhir. Mencari pendonor darah dadakan biasa cukup mudah ditemui sekitar lingkungan rumah sakit pun sulit.

“Biasanya ada orang mudah dimintai bantuan mendonorkan darah, seperti tukang becak. Tetapi sekarang ini enggak ada. Kalaupun ada beberapa orang, mereka sudah mendonorkan darah sehari sebelumnya. Jadi enggak bisa dimintai bantuan,” ungkap Andi Supandi(45) penduduk Kampung Salam Cibunar Cibatu, Kamis (23/07-2015).

Pengakuan senada dikemukakan Iis Solihat(39), warga Pamoyanan Sukagalih Tarogong Kidul. Dia katakan, biasanya cukup mudah mendapat darah, dari rumah sakit atawa PMI.

“Namun sekarang, jangankan gratis, beli pun sulitnya minta ampun. Bukan saya saja, tetapi puluhan orang setiap hari bertemu sama-sama bingung mencari darah untuk ditransfusikan,” ungkapnya pula.
 
Pasien terlantar tersebut, didominasi pasien thalasemia. Sebab stok darah kosong bahkan sulit diperoleh, mereka pun memutuskan menunda tranfusi hingga beberapa hari ke depan. Mereka sangat berharap kekosongan stok darah tak berlarut-larut.
 
“Anak saya seharusnya Senin (20/07-2015) lalu ditransfusi darah di rumah sakit. Tetapi darahnya kosong, mau beli ke Bandung macet. Begitu juga ke Tasikmalaya macet. Akhirnya kami tunda sampai besok. Mudah-mudahan saja ada,” kata Rahmat Wijaya(36), warga Sukasenang Banyuresmi.
Salah satu petugas instalasi pengolahan darah PMI setempat katakan,  kekosongan stok darah sebenarnya dirasakan sejak Ramadhan lalu. Belum juga kekosongan terisi, malahan pasien membutuhkan darah terus bertambah.

“Semua jenis golongan darah dari Ramadhan sampai sekarang kosong. Apalagi permintaan terus meningkat seiring banyak pasen thalasemia akan ditransfusi. Jumlahnya banyak banget, ya ratusan,” kata dia.

Pengurus PMI Garut Dik Dik Hendrajaya juga katakan, selama ini di Garut kerap terjadi kekurangan stok darah. Padahal pelbagai upaya dilakukan pemenuhannya.

Misalnya menggalang pendonor kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemkab Garut, TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan lainnya. Juga gerakan pendonor darah keluarga.

“Upaya lain, kerja sama antar PMI dalam kegiatan donor darah seperti dengan PMI kabupaten atau kota luar Garut, misalnya dengan PMI Bandung, Bekasi, dan lainnya,” kata Dik Dik juga Kadis Kominfo kabupaten setempat.

Dikemukakan, kekosongan darah selama Ramadhan dan setelah Lebaran Idulfitri di Garut acap terjadi. Lantaran selama Ramadhan, langka orang mendonorkan darahnya.

Sehingga tak heran jika begitu memasuki Idulfitri, kebutuhan darah melonjak padahal stok darah tak ada, katanya pula.

********

Noel, Jdh