Penderita HIV/AIDS Paling Banyak Akibat Penyalahgunaan Narkoba

0
22 views

“Peranan BNNK Garut Makin Banyak Dipertanyakan”

Garut News ( Rabu, 12/11 – 2014 ).

Agus Hermawan.
Agus Hermawan.

Dari sedikitnya 393 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdapat sekurang-kurangnya 180 penderita di antaranya lantaran menggunakan jarum suntik Narkoba, atawa penasun.

Mereka yang didera jenis penyakit tersebut, selama ini memang paling banyak akibat penyalahgunaan Narkoba, ungkap Koordinator “Sauyunan Peduli AIDS” (SaPA) kabupaten setempat, Agus Hermawan, HKS kepada Garut News, Rabu (12/11-2014).

Disusul 11 penderita disebabkan “Laki-laki Sek Laki laki” (LSL), juga 11 penderita Waria, satu penderita berprofesi WTS, 45 penderita pria berisiko tinggi, 119 penderita pasangan berisiko tinggi (ibu rumah tangga) termasuk enam pria.

Kemudian 15 penderita mendera anak (prinatal), serta masih terdapat sedikitnya lima penderita belum terdeteksi penyebabnya.

Dikemukakan Agus Hermawan, dari 393 kasus hingga akhir September 2014 ini, terdiri 102 penderita HIV, dan 291 penderita AIDS.

Hingga kini, terdapat 134 penderita HIV/AIDS itu, telah meninggal dunia.

Namun dari sebanyak 250 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tersebut, yang kini menjalani therafi ARV hanya 194 penderita.

Sehingga masih terdapat 65 penderita hingga kini tak menjalani therafi ARV, ungkap Agus Hermawan pula.

Dikemukakannya, terdapat seorang penderita AIDS dan dua HIV berusia 0-1 tahun, kemudian tiga penderita HIV dan sepuluh AIDS berusia 1-5 tahun, disusul seorang penderita HIV dan tiga AIDS berusia 6-9 tahun.

Kemudian terdapat 16 penderita AIDS dan tiga HIV berusia 10-24 tahun, ada pula 230 penderita AIDS dan 81 HIV berusia 25-39 tahun.

Selanjutnya 28 penderita AIDS dan sepuluh penderita HIV berusia 40-49 tahun, serta tiga penderita AIDS berusia 50-59 tahun.

Di Garut dan sekitarnya sekarang ini, terdapat sedikitnya 400 WTS yang kerap bertransaksi badani, juga terdapat sedikitnya pula empat ribu gay, serta tiga ribuan anak jalanan.

Sehingga permasalahan sosial di daerah ini nyaris tak pernah tuntas tertanggulangi, bahkan cenderung meningkat.

Karena itu antara lain diperlukan penguatan informasi termasuk sosialisasi yang masif, mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, serta perlunya perilaku hidup bersih dan sehat.

“Peranan BNNK Garut Banyak Dipertanyakan”

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Diketemukannya kembali yang kelima kalinya ladang ganja di Garut, banyak kalangan masyarakat memertanyakan kembali pula peranan “Badan Narkotika Nasional Kabupaten” (BNNK) setempat.

Juga peranan Perum Perhutani, yang selama ini kawasannya terindikasi kuat kerap dijadikan produsen budidaya tanaman ganja.

Semakin banyak beragam komponen dan elemen masyarakat, memertanyakan pula jangan sampai kehadiran BNNK terindikasi hanya banyak menghambur-hamburkan anggaran negara, yang juga uang rakyat jelata.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.