Penataan PKL Garut Telan APBD Rp10 Miliar

0
79 views

Garut News ( Senin, 04/05 – 2015 ).

Kondisi Pengkolan Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Kondisi Pengkolan Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Pemkab Garut menargetkan sekitar 210 “pedagang kaki lima” (PKL) selama ini memadati kawasan Pengkolan.

Atawa sepanjang lintasan ruas Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota mulai dipindahkan ke Gedung PKL di Jalan Guntur pada pertengahan Mei 2015.

Bahkan pada 20 Mei ini juga dilakukan pembongkaran trotoar sebagai langkah awal dimulainya penataan trotoar, dan normalisasi aliran-aliran sungai di kawasan perkotaan.

Sanksi terhadap PKL enggan dipindahkan, dan tetap bertahan berdagang di tempat terlarang juga siap diterapkan Pemkab. Malahan ancaman hukuman pada para PKL lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Kian Sesak "Bernapas". (Foto: John Doddy Hidayat).
Kian Sesak “Bernapas”. (Foto: John Doddy Hidayat).

Demikian dikemukakan Bupati Rudy Gunawan saat meletakan batu pertama pembangunan gedung PKL tahap dua di Jalan Guntur depan kantor Pemerintah Kelurahan Ciwalen Garut Kota, Senin (04/05-2015).

“Kita, pemerintah daerah laksanakan kewajiban melakukan pemberdayaan PKL dengan menyediakan Gedung PKL, dan sarana prasarananya, sesuai perintah Permendagri 41/2012. Namun apabila PKL ternyata membandel atau melakukan perbuatan dilarang maka penegakan hukum bisa dilakukan lebih konstruktif,” katanya.

Demi memastikan tegaknya wibawa dan martabat Pemkab, Rudy pun menegaskan mengubah Perda terkait PKL dengan menerapkan sanksi hukuman pidana kurungan paling lama enam bulan.

Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemda. Sebelumnya, pidana kurungan paling lama termuat dalam perda hanya tiga bulan.

Dikemukakan, Pemkab menggelontorkan dana sekitar Rp10 miliar untuk penataan PKL. Dana tersebut selain untuk pembangunan gedung PKL, juga membuat roda-roda dagangan PKL, pemasangan Penerangan Jalan Umum sepanjang Jalan Ciwalen, dan fasilitas pendukung lainnya.

Kabid Tata Bangunan pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman kabupaten setempat Dedi Mulyadi katakan, gedung PKL tahap satu di lahan eks “Rumah Potong Hewan” (RPH) Pajagalan ditargetkan rampung pada 10 Mei, agar dapat ditempati para PKL pertengahan Mei.

Gedung berlantai tiga menelan biaya pembangunan sekitar Rp2,4 miliar itu, bisa menampung 210 PKL.

Sedangkan gedung PKL tahap dua direncanakan dibangun dua lantai di atas tanah seluas 16,32 m2 menelan biaya APBD 2015 sekitar Rp1,95 miliar.

Gedung tersebut direncanakan dapat menampung 300 PKL. Pembangunan gedung ditargetkan selesai 20 Oktober mendatang, kata dia.

********

Noel, Jdh.