Penanganan Pasca Tanggap Darurat Diperlukan Koordinasi/Sinergitas Masif

0
45 views
Budiman.

“Bangun Kebersamaan Tanggulangi Bencana”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 03/10 – 2016 ).

Budiman.
Budiman.

Ketua PMI Kabupaten Garut, H. Budiman, SE, M.Si, MM mengatakan, penanganan korban terdampak amuk Sungai Cimanuk pasca penyelenggaraan tanggap darurat, sangat diperlukan koordinasi dan sinergitas secara masif dari seluruh pemangku kewajiban, termasuk stakehorder.

Lantaran, penanganan pasca tanggap darurat tersebut. Tak kalah beratnya ketika menangani ragam korban bencana selama berlangsungnya kegiatan tanggap darurat.

UDD PMI Lumpuh Total Diterjang Banjir.
UDD PMI Lumpuh Total Diterjang Banjir.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (03/10-2016), Budiman juga mengemukakan penanganan pasca tanggap darurat tersebut, selain menyiapkan ragam proses kegiatan rehabilitasi juga recovery, juga patut menangani psikososial masyarakat korban bencana yang perlu segera dipulihkan kembali.

Sedangkan jajaran PMI kabupaten setempat, selain berupaya maksimal membantu pemerintah juga sekaligus sebagai korban bencana, menyusul instalasi “Unit Donor Darah” (UDD) yang dimiliki luluh-lantak diterjang banjir bandang.

Dengan menelan kerugian sedikitnya Rp3,2 miliar, menyusul di antaranya lumpuh totalnya mesin pengolah darah yang selama ini berkapasitas produksi lebih 50 labu darah setiap hari.

Terjangan Amuk Sungai Cimanuk Memporak-porandakan UDD PMI Kab. Garut.
Terjangan Amuk Sungai Cimanuk Memporak-porandakan UDD PMI Kab. Garut.

Bahkan piranti penunjang UUD lainnya pun mengalami kerusakan berat, sehingga berterimakasih kepada Korem maupun Rumah Sakit Guntur yang segera menyediakan ruang khusus jasa layanan UDD.

Terimakasih pula pada PMI Kota Bandung yang menyumbangkan mesin pengolah darah, juga apresiasi positip kepada Ny. Sutiyoso, Ketua PMI Provinsi DKI Jaya yang membantu pula mesin pengolah darah meski berukuran lebih kecil.

PMI kabupaten/kota lainnya pun membantu menyediakan persediaan darah, dan kini jajaran personil UDD PMI Garut bisa kembali menyelenggarakan operasional donor darah.

Diharapkan Budiman, dengan penerapan managemen penanggulangan bencana yang efiesien, PMI Garut sekaligus bisa mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana pelayanan yang sesuai dengan standar minimal.

Berdampak Sangat Tragis.
Berdampak Sangat Tragis.

Karena kebutuhan Kabupaten Garut setiap bulannya mencapai 1.500 labu darah, selama ini terpenuhi sekitar 1.200 labu, sehingga kekurangannya mengupayakan dari kabupaten/kota lainnya, dengan biaya operasional bisa memenuhi 300 labu darah itu, mencapai Rp100 juta.

Masih menurut Budiman, penanggulangan bencana ini tanggungjawab bersama, yang juga patut disikapi dengan perhatian, serta kearifan dari semua pihak. Terutama para stakehorder.

Memahami selama ini banyak bencana tersebut, semata-mata sebagai akibat dari ulah manusia sendiri. Namun ketika bencana terjadi memang tak baik di antara kita saling menyalahkan, justru yang paling rasional untuk kita lakukan saat ini, yakni membangun kebersamaan untuk menanggulanginya.

Banjir Batugede Sukajaya Tarogong Kidul Rusakan Sarana Jalan.
Banjir Batugede Sukajaya Tarogong Kidul Rusakan Sarana Jalan.
Kondisi Banjir di Cibatu.
Kondisi Banjir di Cibatu.

Serta sekaligus meningkatkan kewaspadaan, sebab tak mustahil mengingat perubahan iklim yang ekstrim dewasa ini, bisa berpotensi mengundang bencana lain, imbuh Budiman antara lain menambahkan.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here