Penanganan Kerusakan Pasca Bencana Mendesak Segera Dilaksanakan

0
183 views

“Jika Lama Dibiarkan Bisa Semakin Parah, Bahkan Hambat Mobilitas Transfortasi Perekonomian Masyarakat”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 25/11 – 2015 ).

Jujun Juansyah Nurhakim.
Jujun Juansyah Nurhakim.

Penanganan dampak ragam kerusakan termasuk tanah longsor pada sepanjang lintasan ruas badan jalan kabupaten di Garut, Jawa Barat, kian mendesak segera dilaksanakan.

Lantaran jika lama dibiarkan bisa semakin parah, bahkan dapat menghambat mobilitas transfortasi perekonomian termasuk produk pertanian masyarakat setempat.

Kepala Bidang Bintek pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat, Jujun Juansyah Nurhakim, ST, MT katakan sedikitnya diperlukan pendanaan Rp2 miliar guna memenuhi penanganan pasca bencana tersebut, sebab diupayakan Januari 2016 mendatang dilaksanakan pengerjaannya.

Panawuan Kelurahan Sukajaya, Tarogong Kidul.
Panawuan Kelurahan Sukajaya, Tarogong Kidul.

Sekurangnya diperlukan biaya Rp2 miliar itu, dialokasikan memenuhi kebutuhan penanganan dampak pasca bencana alam berlangsung sejak awal Nopember 2015 hingga sekarang, atawa belum termasuk jika kembali terjadi bencana alam susulan, antara lain berupa tanah longsor maupun badan jalan terputus.

Bencana terjadi sejak awal November 2015 hingga sekarang dengan alokasi dana penanganannya Rp2 miliar ini, antara lain perbaikan dan perkuatan badan jalan akibat kondisi tanah jalan digerus longsoran di wilayah Kecamatan Cigedug.

Kemudian pada lintasan Bungbulang – Cisarua di titik lokasi Tanjakan Kapten kondisi dinding keermer nya ambruk, disusul pada titik lokasi Gunung Gedogan, dan Cipancong masih di wilayah Bungbulang.

Jalan Rusak.
Jalan Rusak.

Disusul pada lintasan Bungbulang – Cijayana terdapat sedikitnya ada dua titik lokasi yakni Cimariuk dan Cibeunying, serta pada lintasan menghubungkan Pamegatan hingga Kecamatan Singajaya.

Selain mengandalkan sumber dana APBD, juga mengusulkan bantuan “Biaya Tak Terduga” (BTT) ke BPBD namun hingga kini masih belum mendapatkan jawaban, khususnya untuk menangani di Cigedug.

“Pemantapan Kondisi Jalan”

Jujun Juansyah juga mengemukakan, pada 2016 mendatang memprioritaskan pula pemantapan jalan sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Sarat Lumpur.
Sarat Lumpur.

Di antaranya pada lintasan ruas badan jalan pada titik lokasi Hanjuang, Citalahab – Burujul Bungbulang, seluruhnya bernilai Rp74 miliar bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) APBN, diagendakan awal Januari mulai dilaksanakan proses tendernya.

Kini proses perencanaannya berjalan, sehingga pada Desember 2015 diselenggarakan pengadaan barang dan jasa, katanya.

Masih menurut Jujun Juansyah, penanganan serta pemantapan lintasan ruas badan jalan kabupaten pada 2016 ditargetkan capai 72,5 persen, dari seluruh panjang lintasan jalan kabupaten berkisar 829 kilometer, yang hingga Desember 2015 berkondisi 68 persen atawa sekitar 550 kilometer di antaranya mantap.

Terkelupas.
Terkelupas.

Sehingga masih terdapat 279 kilometer lintasan jalan berkondisi rusak ringan hingga berat, tetapi pada 2016 sepanjang 85 km dimantapkan bersumber DAK APBN bernilai Rp74 miliar tersebut.

Maka pada 2016 mendatang, masih terdapat kewajiban memerbaiki dan memantapkan kondisi jalan sepanjang 164 kilometer, yang masih belum pasti bisa seluruhnya terpenuhi melalui persetujuan kucuran “Dana Alokasi Umum” (DAU) APBD Garut 2016.

Meski perencanaan pemantapan jalan 2016 diusulkan bisa memeroleh dana APBD 2016 senilai Rp249 miliar guna menggarap 100 kilometer jalan termasuk penanganan dampak pasca bencana.

Tak termasuk pula 64 kilometer dari 164 kilometer perlu dimantapkan kondisi jalannya, ungkap Jujun Juansyah.

******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here