Penambahan 17 Terinsfeksi HIV/AIDS Mata Rantai Penyalahgunaan Narkoba/Miras

0
34 views

“Balita Berusia Empat Tahun di Garut Positip Terinsfeksi AIDS”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 13/05 – 2016 ).

KH. Sirojul Munir akrab disapa Ceng Munir.
KH. Sirojul Munir akrab disapa Ceng Munir.

Ketua Umum “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut KH. Sirojul Munir akrab disapa Ceng Munir berpendapat, terdapatnya penambahan 17 penduduk di kabupaten ini “terinsfeksi” HIV/AIDS merupakan mata rantai Penyalahgunaan Narkoba, serta “minuman keras” (Miras).

Sehingga kini menjadi terdapat sekitar 454 warga kabupaten tersebut, terinsfeksi HIV/AIDS termasuk seorang balita laki-laki berusia empat tahun juga terinsfeksi jenis penyakit mematikan itu, sebagai “kutukan” dari Allah SWT. 

Demikian pula kian merebak-maraknya perilaku penyimpangan dan kejahatan seksual pun, umumnya kerap dilatarbelakangi penyalahgunaan narkoba serta menenggak Miras, tandas Ceng Munir kepada Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (13/05-2016).

“Sehingga masih menurutnya, ragam perilaku yang diharamkan agama ini acap terjadi saat para pelakunya berkondisi ‘abnormal’, yang menjadi pendorong sangat kuat melakukan ragam perbuatan sesat dan menyesatkan,” tegasnya pula.

Guntur Yana Hidayat .
Guntur Yana Hidayat .

Karena itu, kini semakin mendesak segera terdapatnya regulasi baru yang “tegas” bahkan sangat “mengigit”, terutama terhadap pelaku kejahatan seksual, lantaran dinilai tak bisa lagi dibidik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku selama ini.

Sedangkan mengenai hak azasi manusia, juga dinilai ada batasannya, jangan justru alibi hak azasi manusia semakin menjadi “keblabasan”.

Mengenai kecenderungan penduduk kabupatennya semakin bertambah terinsfeksi HIV/AIDS, diperlukan pula pendataan yang akurat dan menyeluruh, sekaligus kian mendesaknya segera dilakukan ragam upaya pencegahan serta penangulangannya, agar tak menularkan pada yang lain.

“MUI pun sangat mengutuk perilaku haram dan sangat keji penyalahgunaan narkoba termasuk obat-obat terlarang serta miras tersebut,” tandas Ceng Munir.

aa363Pada bagian lain keterangannya, Ketua MUI Kabupaten Garut menyerukan agar masyarakat senantiasa bisa menahan diri menyikapi peristiwa yang meneror tokoh Muhammadiyah di Sukawening, kita tunggu pengusutan dari aparat penegak hukum.

Jika pelakunya tertanggap, agar diberikan sanksi berat.

Jika sanksinya ringan. Umat Islam bisa marah, demikian antara lain ditambahkan KH. Sirojul Munir.

“Balita Berusia Empat Tahun di Garut Positip Terinsfeksi AIDS”

Pengelola Program “Komisi Penanggulangan AIDS” (KPA) Kabupaten Garut, Guntur Yana Hidayat katakan sejak awal Januari tahun ini hingga 13 Mei 2016 terdapat penambahan 17 penduduk terinsfeksi HIV/AIDS, terdiri 12 terinsfeksi HIV serta lima terinsfeksi AIDS.

Mereka antara lain penduduk Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Garut Selatan, Kadungora, serta Kecamatan Wanaraja.

Sedangkan penyebab 12 terinsfeksi HIV akibat seks campuran atawa “heteroseksual”, kemudian empat positip terinsfeksi AIDS akibat “Laki Seks Laki” (SSL), kemudian seorang balita laki-laki berusia empat tahun positip terinsfeksi AIDS lantaran tertular dari kedua orang tuanya, namun kini telah meninggal dunia.

aa364Balita terinsfeksi AIDS ini, temuan Puskesmas Pameungpeuk dan kini masih intens menjalani perawatan di RSU Pameungpeuk, dengan kondisi berat badannya turun drastis menjadi berkisar delapan hingga sepuluh kilogram.

Terdapatnya temuan baru 17 terinsfeksi HIV/AIDS berusia produktif empat hingga seorang berusiua 50 tahun (ibu rumah tangga).

Maka total jumlah terinsfeksi jenis penyakit itu di Kabupaten Garut menjadi 454, terdapat sekitar 161 terinsfeksi di antaranya meninggal dunia.

Menyikapi kecenderungan terus bertambahnya penduduk terinsfeksi HIV/AIDS, setiap seluruh jajaran KPA Kabupaten Garut semakin intens dan masif menyosialisasikan info dasar HIV/AIDS, termasuk “Insfeksi Seks Menular” (IMS).

Kemudian antara lain meningkatkan kualitas jalinan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah, guna terus meningkatkan penyadaran tugas pokok dan fungsi masing-masing institusi itu.

Disusul upaya persuasif menawarkan kepada setiap ibu hamil bisa mendapatkan kopnseling HIV/AIDS, meski ada kendala masih terdapatnya Pimpinan Puskesmas yang dinilai belum maksimal memahami prosedur (SOP) penmanganan terinsfeksi HIV/AIDS.

Ilustrasi. Barangkali Merenung, Garut Semakin Dikepung Terinsfeksi HIV/AIDS.
Ilustrasi. Barangkali Merenung, Garut Semakin Dikepung Terinsfeksi HIV/AIDS.

Dikemukakan Guntur Yana Hidayat, RSU dr Slamet Garut memeroleh bantuan dari Kemenkes RI berupa mesin “CD4” untuk mengetahui intensitas imunitas atawa daya tahan tubuh yang terinsfeksi HIV/AIDS.

Sebelumnya, yang terinsfeksi dengan hasil test dibawah 350 diwajibkan mengonsumsi “Anti Retriviral” (ARV), tetapi sekarang tanpa hasil tes CD4 pun, yang terinsfeksi maupun “Orang Dengan HIV/AIDS” (ODHA) diwajibkan ARV, guna menekan penularan pada orang lain, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh terinsfeksi HIV/AIDS.

Rata-rata yang diwajibkan ARV di Kabupaten Garut berkondisi phase satu dan dua, termasuk balita terinsfeksi AIDS berkondisi ARV phase dua.

KPA Kabupaten Garut juga menjalin kolaborasi dengan TB Care ‘Aisyiah Muhamadiyah, ungkap Guntur Yana Hiudayat pula.

******