Pemulihan Menyeluruh Tak Sekedar Tunggu Realisasi Relokasi

0
63 views
Penduduk Tunjukan Titik Genangan Air Saat Terjadi Puncak Amukj Cimanuk, Masih Berposisi Di Atas Tanggul yang Dibangun Ditinggikan.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 25/09 – 2017 ).

Penduduk Tunjukan Titik Genangan Air Saat Terjadi Puncak Amukj Cimanuk, Masih Berposisi Di Atas Tanggul yang Dibangun Ditinggikan.

Kondisi para korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk, 20 September 2016 silam, terutama yang kehilangan rumah lantaran tergerus banjir bandang tersebut, ternyata tak hanya cukup terbuai angin surga dijanjikan menunggu dan menunggu direlokasi.

Upaya pemulihan secara menyeluruh, juga tak sekedar pasokan bantuan beras, mie instan, serta pemberian ragam jenis logistik lainnya dari para donatur.

Bahkan mereka pun, tak hanya cukup terpenuhi kebutuhan pakaian ganti, sandal, dan sepatu yang raib terbawa hanyut.

Penduduk Belakang Rengganis Korban Terdampak Amuk Cimanuk Harapkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Rusak.

Melainkan yang paling mendasar, bisa mengembalikan semangat serta asa yang sempat sirna bersamaan tragedi luapan sungai berketinggian mencapai delapan meter lebih, dengan kecepatan arus sangat luar biasa.

Sehingga perasaan para korban yang terkoyak bahkan remuk redam itu, hingga kini masih memerlukan sosok yang benar-benar dipastikan bisa tampil senantiasa memotivasi sekaligus membantu mereduksi pelbagai kegelisahan dan ketidakpastian, yang masih menyisakan duka berkepanjangan.

Rawan Bencana Susulan Digerus Sungai Cimanuk.

Sosok itulah, anda juga kita bersama-sama, untuk membuka mata hati dan nurani kemanusiaan dengan ikhlas menjulurkan tangan, sekaligus berada di tengah kaum yang bernasib naas ini.

Bersama-sama pula hadir berupaya maksimal memulihkan secara menyeluruh, termasuk bagi anak-anak dan kaum perempuan yang hingga sekarang masih dilanda duka berkepanjangan.

Sebagian besar korban terdampak juga mengharapkan kehadiran para pemimpin, yang antara lain bisa membantu merehabilitasi rumah penduduk yang rusak, selain  itu memberikan ketampilan dan bantuan permodalan usaha produktif.

Lintasan Tanggul yang Dinilai Masih Kurang Tinggi.

Dalam pada itu, berlangsungnya pembuatan, peninggian tanggul banjir dan pelindung Sungai Cimanuk Kabupaten Garut Paket 2, sepanjang sekitar 1,5 km bernilai kontrak Rp19.875.289.000,00 dilaksanakan PT. Serena Abadi sejak 3 Maret 2017, dengan waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender.

Menurut penduduk seputar bekas lokasi bencana, ketinggian pembangunan tanggul tersebut masih perlu penambahan ketinggiannya berkisar 1,5 hingga dua meter, sebab jika kembali terjadi banjir dengan ketinggian air delapan meter lebih, dipastikan bencana serupa bakal terulang.

“Garut Dikepung Bencana”

Korban Amuk Cimanuk Harapkan Bantuan Modal Usaha serta Diberi Keterampilan.

Penduduk Garut juga diingatkan peristiwa gempa tektonik pada Rabu, 2   September 2009 pukul 14.55 WIB berkekuatan 7,3 pada Skala Richter berlangsung selama 30 detik, yang menelan banyak korban jiwa, dan harta benda.

Mereka pun kembali diguncang gempa selama beberapa detik, Senin (25/09-2017) sekitar pukul 05.06 WIB.

Berdasar release BMKG, gempa terjadi di 61 Km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya berkekuatan 5 pada Skala Richter, namun tak berpotensi tsunami.

Sejumlah warga pengguna jasa jalan pun dikejutkan terjadinya banjir menggenangi kawasan Bunderan Guntur, sehingga sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Ahad (24/09-2017) malam.

Kondisi Bantaran Sungai Cimanuk.

Diduga kuat terjadi akibat gorong-gorong yang ada di sana, tepatnya di Jalan Guntur depan pertokoan Intan Bussiness Center (IBC) Kecamatan Garut Kota tersumbat gundukan ragam jenis sampah.

Petugas kesulitan melakukan penanganan karena tak terdapat bak kontrol pada bangunan trotoar. Serta terdapatnya pipa besi dalam saluran pembuangan air itu.

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here