Pemotongan Hewan Jangan Seperti Mengejar Jam Tayang

0
31 views

Garut News ( Senin, 13/10 – 2014 ).

Elit Maryona.
Elit Maryona.

Seksi Kesehatan Hewan pada Disnakanla Kabupaten Garut, Jawa Barat, Elit Maryona mengingatkan agar setiap proses pemotongan hewan termasuk pemotongan hewan kurban pada setiap Lebaran Idul Adha, jangan seperti mengejar jam tayang.

Melainkan hendaknya senantiasa mengutamakan kesejahteraan hewan, kebersihan hewan, serta jangan menyembelih hewan atawa sapi belum cukup umur, atawa di bawah usia dua tahun.

Kepada Garut News, Senin (13/10-2014), Elit juga mengemukakan dari 16 titik lokasi pemeriksaan 162 sapi hewan kurban pada Idul Adha 2014 di kabupatennya, 21 sapi di antaranya berpenyakit cacingan.

Sehingga terpaksa diserukan agar bagian hati sapi tersebut dibuang atawa jangan dikonsumsi.

Tanpa Dialas Plastik.
Tanpa Dialas Plastik.

Jika tetap dikonsumsi dengan beragam alibi, seperti direbus dahulu pada air mendidih maka resikonya antara lain yang mengonsumsinya bisa menderita sakit perut.

Sebelumnya diberitakan, penyembelihan hewan kurban pada Masjid At-Tauhid di lingkungan perkantoran Setda Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (06/10-2014), terdiri lima sapi dan satu domba.

Atawa berkurang dibandingkan pada penyembelihan hewan kurban pada Lebaran Idul Adha tahun lalu (2013), berupa delapan sapi dan tiga domba.

Tim pemeriksa dari Disnakkanla, menemukan banyak hewan kurban terutama sapi berpenyakit cacing hati (fasciola hepatica) .

Diketahui setelah dilakukan post mortem (pemeriksaan daging dan bagian lain setelah penyembelihan) terhadap hewan kurban tersebut.

Bahkan ironinya, dari hasil pemeriksaan post mortem terhadap hewan-hewan kurban itu, kasus sapi kurban berpenyakit cacing hati, malahan justru paling banyak ditemukan di lingkungan perkantoran Setda Garut.

Kabid Keswan dan Kesmavet, R Iman Budiman melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan Elit Maryona katakan pada hari pertama tasyrik pasca-Idul Adha 1435/2014 H Tim melakukan pemantauan.

Di antaranya memeriksa lima ekor sapi, dan seekor domba di lingkungan Masjid At Tauhid perkantoran Setda Garut, serta 14 ekor sapi di lingkungan kantor Dinas Pendidikan, dan dua ekor sapi di Rumah Potong Hewan.

Hasilnya, dari pemeriksaan terhadap 19 ekor sapi disembelih ini ditemukan sembilan sapi di antaranya positif terjangkit penyakit hati. Sedangkan lainnya dinyatakan sehat.

“Memang secara fisik luar saja sudah bisa diprediksi karena sapi di Pemda kurus-kurus, dan kecil. Mungkin harganya lebih murah. Sebenarnya disarankan ke panitia supaya diganti dengan yang sehat, tapi mereka kan hanya menerima pemberian. Tak beli langsung,” ungkap Elit.

Temuan kasus sapi kurban terkena penyakit cacing hati di lingkungan Masjid At Tauhid Seta Garut bahkan terjadi setiap tahun.

Pada Idul Adha tahun sebelumnya juga ditemukan dari sapi kurban, dua di antaranya positif terkena penyakit cacing parah.

Elit mengemukakan, hewan-hewan kurban terkena cacing hati, bagian hatinya tak laik dikonsumsi, dan harus diapkir.

Sedangkan bagian dagingnya masih bisa dimasak dan dikonsumsi.

Pemotongan sapi kurban di lingkungan Perkantoran Setda Garut, juga terindikasi seekor di antaranya masih di bawah umur, atawa berusia kurang dua tahun.

Sehingga Disnakanla segera menyampaikan rekomendasi pada Pengurus Masjid At Tauhid Pemda Garut.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.