Pemodal Besar Kuasai Distribusi Pangsa Pasar Ayam

0
49 views

“Harga Daging Ayam Buras Pada Tingkat Pengecer Masih mencapai Rp44 Ribu/Kilogram”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 11/01 – 2016 ).

Ketua Iwapa, Asep Hardian Bersama Opik Sampaikan Keterangan Pers Kepada Garut News.
Ketua Iwapa, Asep Hardian Bersama Opik Sampaikan Keterangan Pers Kepada Garut News.

Kalangan pemodal besar yang kini sekitar 80 persen menanamkan investasinya pada usaha peternakan ayam “bukan ras” (buras) atawa ayam pedaging, dinilai banyak pihak paling menguasai distribusi pangsa pasar komoditi tersebut.

Sehingga terindikasi kuat, mereka bisa menjadi penentu harga jual mata dagangan itu.

Meski kenaikan harga daging ayam ras sejak beberapa hari terakhir juga dipengaruhi terjadi peningkatan permintaan.

Serta mahalnya jagung pipilan selama ini dijadikan bahan baku pencampur konsentrat untuk pakan.

Dampingi Sidak Kepala Disperindag Garut.
Dampingi Sidak Kepala Disperindag Garut.

Bahkan peningkatan harga daging ayam buras, dapat terpengaruhi pula masih panjangnya rantai distribusi pemasaran, ungkap banyak pihak termasuk Ketua “Ikatan Warga Pasar” (Iwapa) Ciawitali Guntur, Asep Hardian serta rekannya Taufik Abdillah akrab disapa Opik, Senin (11/01-2016).

Mereka sangat mengharapkan 80 persen usaha peternakan ayam pedaging bisa dilaksanakan rakyat banyak, sehingga diperlukan ragam kebijakan termasuk bantuan pemerintah, yang mendukung terwujudnya harapan ini.

Demikian antara lain mereka kemukan ketika mendampingi Kepala Disperindag kabupaten setempat, Wawan Nurdin bersama jajarannya.

H. Dayat Bersama Opik Juga Senantiasa Pantai Perkembangan Harga di Pasar.
H. Dayat Bersama Opik Juga Senantiasa Pantai Perkembangan Harga di Pasar.

Yang juga didampingi Kepala UPTD Pasar H. Dayat serta Kepala Subag nya Akhmad Wahyudin, SE, menggelar “inspeksi mendadak”(Sidak) ke Pasar Ciawitali Guntur hari ini.

Wawan Nurdin kepada Garut News mengemukakan pula harapan, agar harga daging ayam bisa kembali normal setelah dibukanya keran import jagung.

Dia pun mengakui banyaknya kalangan pemodal besar, yang kini gencar menanamkan investasinya pada usaha peternakan ayam pedaging jenis buras, katanya ketika didesak pertanyaan mahalnya harga sayuran meski liburan panjang pergantian tahun telah usai.

Diakui pula, masih relatif belum memadainya ragam sarana-prasarana pendukung.

Maupun infrastruktur termasuk SDM, menghadapi ajang kompetisi di era MEA. Tetapi dipastikan secara bertahap bisa dipenuhi.

Akhmad Wahyudin.
Akhmad Wahyudin.

Telisik lapangan tim liputan Garut News menunjukan, di tingkat pengecer termasuk pada warung nyaris di setiap pemukiman penduduk, harga daging ayam buras masih mencapai Rp44 ribu per kilogram, turun Rp1.000 dari sehari sebelumnya bertengger pada harga Rp45 ribu per kilogram.

“Warga Pasar Bangga”

Kepala UPTD Pasar pada Disperindag Kabupaten Garut H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE mengemukakan, masyarakat pasar bangga dan mengapresiasi positip atas kegiatan sidak diselenggarakan Kepala Disperindag beserta jajaran tersebut.

Lantaran mereka merasa dipedulikan, malahan hari ini di pasar Ciawitali Guntur, harga daging ayam kembali turun menjadi Rp38 ribu per kilogram.

Dudu Rakhmat Pantau Perkembangan Harga Daging Ayam Buras.
Dudu Rakhmat Pantau Perkembangan Harga Daging Ayam Buras.

Sedangkan harga bawang putih menjadi Rp28 ribu per kilogram dari sehari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram, yang selama ini dipasok dari Batam serta Kutai melalui Pasar Gedebage Caringin, sehingga para pedagang Garut membelinya dari Bandung.

Mata dagangan kentang juga kini bertengger pada harga Rp15 ribu per kilogram dari sehari sebelumnya masih bisa diperoleh dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

Pasokan kentang itu, antara lain berasal dari Pasirwangi, Samarang termasuk Kampung Godog, maupun merupakan produksi lokal Garut, ungkap Akhmad Wahyudin.

*******