Pemkab Garut Wajibkan Menanam Pohon Penghijauan

0
40 views

Garut News ( Kamis, 01/01 – 2015 ).

Wakil Bupati Peroleh Bibit Tanaman dari Pelajar.
Wakil Bupati Peroleh Bibit Tanaman dari Pelajar. (Foto : John Doddy Hidayat).

Pemkab Garut mewajibkan penduduk hendak membangun rumah, perumahan, serta fasilitas sosial (fasos) atawa fasilitas umum (fasum) kudu disertai penanaman pohon.

Kebijakan tersebut dinilai penting, lantaran selain bisa mengurangi tingkat polusi udara bertambahnya volume kendaraan bermotor, Garut juga merupakan paru-paru Jawa Barat.

“Mulai sekarang, perumahan, fasos dan fasum tak boleh diberikan izin jika tak ada penanaman pohon. Cabut saja izinnya,” tandas Wakil Bupati Helmi Budiman saat penanaman bibit pohon di Kompleks Gedung Islamic Center kabupaten setempat, Rabu (31/12-2014).

Selain itu, katanya, setiap lingkungan sekolah, puskesmas, dan instansi pemerintah lainnya pun mesti terdapat penghijauan.

Menanam Masa Depan.
Menanam Masa Depan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Apalagi, katanya pula, Garut diamanatkan menjadi paru-paru Jawa Barat dengan ditetapkannya 80 persen wilayahnya sebagai daerah konservasi berfungsi kawasan lindung.

Sehingga, oksigen dari penanaman pohon ini tak hanya diberikan pada masyarakat Kabupaten Garut, melainkan pula masyarakat Jawa Barat.

Karena itu, Helmi menyatakan apresiasi positipnya terhadap masyarakat turut serta melakukan penghijauan, termasuk para pejabat SKPD di lingkungan Pemkab.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan Dishut, Iwan Kuswana katakan, upaya penanaman pohon terus dilakukan di seluruh daerah di Garut.

Termasuk pembagian bibit-bibit pohon pada masyarakat secara gratis.

Bibit-bibit pohon dibagikan antara lain jenis gemelina, eukaliptus, jabon, mahoni, gelodogan, sengon, pilisium, dan aneka buah-buahan.

“Sejak Oktober, kita membagikan sekitar 4,5 juta bibit pohon beragam jenis untuk ditanam. Diharapkan ke depan bisa bertambah lebih banyak,” imbuhnya.

Dikemukakan, berdasar hasil survei Kemenhut2013, luas lahan kritis di Garut mencapai sekitar 29.528,56 hektare tersebar pada seluruh kecamatan.

Lahan kritis tersebut berada di luar kawasan hutan.

Terdapat juga lahan sangat kritis sekitar 3.558,99 hektare tersebar di sebelas kecamatan, dan lahan agak kritis 86.839,31 hektare.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here