Pemkab Garut Terindikasi Kuat Masih Salah Urus

0
31 views

Garut News ( Selasa, 13/01 – 2015 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Berlangsungnya proses penahanan Sekretaris “Dinas Pemuda dan Olahraga” (Dispora) Kabupaten Garut, EK lantaran tersandung dugaan skandal korupsi dinilai sebagai kegagalan pembinaan pegawai oleh Pemkab setempat.

Menyusul EK mulai ditahan hanya empat hari pasca pelantikannya menjadi Sekretaris Dispora. Sebelumnya, menempati jabaran Kabid Pendidikan Menengah dan Sekretaris Disdik, serta mantan Sekretaris Bappeda.

“Rotasi dan mutasi pejabat belum lama ini terkesan lebih menonjol aspek politisnya. Sarat dugaan unsur kedekatan dan titipan kepentingan tertentu. Jadi, modal dan polanya sebenarnya sama saja dengan pemerintahan sebelumnya,” kata Ketua Komisi A DPRD, Alit Suherman, Senin (12/01-2015).

Selain itu, ungkap dia, patut dipertanyakan pula adanya pelantikan pejabat sebenarnya berpangkat lebih rendah dibandingkan rekan sekantornya. Seperti terjadi di lingkungan “Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset” (DPPKA), “Badan Penyuluhan Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan” (BP4K), “Sekretariat DPRD” (Setwan), serta Dinas Dinkes.

Juga terdapat pejabat naik eselon dua tingkat, serta penempatan pejabat tak berdasar aspek kompetensi keilmuannya.

Ungkapan senada dikemukakan anggota Fraksi Demokrat Restorasi juga Sekretaris Komisi A, Dadang Sudrajat.

Padahal dia mengaku mengingatkan pada Pemkab agar meneliti latar belakang calon pejabat diangkat.

“Mereka bermasalah secara hukum jangan dulu diangkat, tunda dulu. Tetapi ternyata diabaikan,” ungkap Dadang.

Dia pun memertanyakan adanya seorang guru SLB mendadak sontak diangkat menjadi pejabat struktural eselon empat lingkungan Setwan.

Kata dia,  pemindahan seseorang dari posisi fungsional ke struktural sangat tak masuk akal. Apalagi saat ini Garut masih kekurangan tenaga guru.

“Guru tak mudah begitu saja dilepas ke struktural. Kecuali mereka berstatus pengawas,” ujar Dadang.

Dia mengaku heran langkah Bupati Rudy Gunawan langsung menonaktifkan Ek tanpa memastikan surat resmi penahanan maupun statusnya.

Dia menilai, Rudy panik sehingga buru-buru memindahkan EK ke posisi lain.

“Banyak kebijakannya akhirnya terlalu gegabah, termasuk soal mutasi rotasi pejabat,” tandasnya.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here