Pemkab Garut Terbantu Kajian Mahasiswa KKP IPB

by

“Patut Ditindaklanjuti Institusi Teknis Terkait Termasuk Bappeda”

Garut News ( Rabu, 27/08 – 2014 ).

Santi, Mahasiswa KKP - IPB Tunjukan Produk Pupuk Cair Organik, Serta Tempat Sampah Kering Berbahan Baku Limbah Bekas Tutup Minuman Kemasan, Beralaskan Bekas Tutup Cat.
Santi, Mahasiswa KKP – IPB Tunjukan Produk Pupuk Cair Organik, Serta Tempat Sampah Kering Berbahan Baku Limbah Bekas Tutup Minuman Kemasan, Beralaskan Bekas Tutup Cat.

Asisten Perekonomian Setda Kabupaten Garut, Ir H. Eddy Muharam, M.Si katakan Pemkab setempat terbantu beragam produk kajian, atawa analisis 200 mahasiswa jurusan “Ekonomi Sumber Daya Lingkungan” (ESL) “Institut Pertanian Bogor” (IPB).

Beragam produk kegiatan “Kuliah Kerja Profesi” (KKP) mahasiswa semester tujuh ESL FEM IPB 2014, pada lima wilayah kecamatan di Kabupaten Garut sejak 1 Juli hingga 28 Agustus 2014 tersebut.

Inilah Produk Pupuk Cair Organik dari Desa Cintarasa Kecamatan Samarang, Garut, Jabar.
Inilah Produk Pupuk Cair Organik dari Desa Cintarasa Kecamatan Samarang, Garut, Jabar.

Patut diapresiasi positip, dan ditindaklanjuti institusi teknis terkait termasuk “Badan Perencanaan Pembangunan Daerah” (Bappeda) setempat, imbuh Eddy Muharam, menyerukan.

Ketua Alumni IPB kabupaten Garut, lulusan 1983 ini juga mengemukakan lantaran pelaksanaan program KKP mahasiswa itu sejalan program pemberdayaan masyarakat.

Sehingga tingginya produk daya nalar atawa analisis kalangan mahasiswa itu, bisa dijadikan kegiatan evalusi terhadap kegiatan di lapangan selama ini.

Proses Pembuatan Tempat Sampah Kering, Atawa Tempat Baju Kotor, Berbahan Baku Limbah Plastik.
Proses Pembuatan Tempat Sampah Kering, Atawa Tempat Baju Kotor, Berbahan Baku Limbah Plastik.

Sekaligus jika perlu, dilakukannya proses menyempurnakan kajian analis kalangan akademisi tersebut.

Agar benar-benar bisa dijadikan kontribusi pemikiran permanen guna diimplemtasikan di lapangan, tandas Eddy Muharam ketika didesak pertanyaan Garut News, Rabu (27/08 – 2014).

Sekaligus kata dia, bisa lebih mengungkit motivasi peningkatan kualitas produk pelaku “Usaha Menengah Kecil Mikro” (UMKM) cakupan kegiatan KKP ESL FEM IPB, khususnya pada wilayah Kecamatan Samarang, Cikajang, Cisurupan, Pasirwangi, dan Kecamatan Bayongbong, katanya.

Aditya Mohammad, Berlatar Rekannya yang Barangkali Kelelahan Sehingga Mengantuk.
Aditya Mohammad, Berlatar Rekannya yang Barangkali Kelelahan Sehingga Mengantuk.

Sebab, ungkap Eddy Muharam, kelima wilayah kecamatan berdataran tinggi ini, kedua kalinya sejak tahun lalu mendapatkan sentuhan kegiatan KKP IPB.

Karena itu, Pemkab Garut melalui institusi teknis terkait memberi dukungan berupa peluang luas sekaligus mempasilitasi beragam proses pelaksanaan KKP tersebut, katanya pula.

Sehingga juga diharapkan, produk kajian atawa analisis kalangan mahasiswa bisa lebih konkrit, termasuk pada upaya pengembangan UMKM, imbuh Muharam.

Dikatakan, di Kabupaten Garut terdapat 150 lulusan IPB, 40 lulusan di antaranya berkarier di lingkungan birokrat Pemkab setempat.

Eddy Muharam.
Eddy Muharam.

Dosen Agribisnis FEM IPB, Dr Wahyu Budi Priatna kepada Garut News antara lain katakan, penyelenggaraan kegiatan KKP ini, di antaranya bermanfaat bagi penyelenggaraan diskusi di lingkungan kampusnya, juga bagi upaya pengembangan kegiatan penelitian.

Sebab, Kabupaten Garut dinilai potensial bagi kegiatan riset, antara lain bisa dilakukan pada plasmanuftah Domba Garut (Aries Ovis).

Guna membantu, sekaligus mendorong motivasi masyarakat yang bergerak bidang peternakan dan pertanian, juga UMKM berbasis manajemen dan lingkungan.

Namun, keterpaduan kalangan peneliti dam lembaga perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, hingga kini masih perlu terus dibangun komunikasi agar bisa mewujudkan sinkronisasi.

Menyusul kegiatan koordinasi tersebut, hingga saat ini pun nyaris masih hanya sebatas mudah diucapkan, tetapi kerap sangat sulit direalisasikan, tutur Wahyu Budi Priatna.

Aditya Mohammad Alvareta, Humas Gebyar KKP IPB 2014 di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, mengemukakan helatan ini digelar, guna menggali potensi sumber daya lokal untuk kemendarian ekonomi daerah.

Menampilkan pameran potensi pertanian lima wilayah kecamatan cakupan kegiatan KKP.

Di antaranya, komoditi wortel dari Cisurupan, Tomat Pasirwangi, Sawi Samarang, Kentang Cikajang, Sapi Perah Bayongbong, serta beragam produk UKM-UKM binaan KKP IPB 2014, katanya.

*******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.