Pemkab Garut pun Ternyata Mencla-Mencle

0
21 views
Bupati Garut.

“Positif Covid-19 Terus Bertambah”

Garut News ( Selasa, 18/08 – 2020 ).

Meski Pemkab Garut masif menyerukan masyarakat menerapkan protokol medis termasuk mengenakan masker dalam beragam aktivitas guna mencegah penularan Covid-19. Namun kebijakan tersebut ‘bias’, bahkan dinilai mencla-mencle nyaris tak bisa dipercaya. Lantaran tak dapat dijadikan pegangan.

Malahan sebelumnya pun Pemkab seatempat merencanakan pemberian sanksi bagi pelanggar, tetapi batal dilakukan dengan alibi pemberian sanksi belum layak diterapkan di kabupaten ini.

Ilustrasi.

Sedangkan KBM tatap muka di sekolah setingkat SLA direncanakan mulai 18 Agustus 2020 juga dipastikan gagal, sebab semakin merebak-maraknya terkonfirmasi positif pandemi maut dengan lokasi sebarannya kian meluas.

Selain itu, banyak pula satuan pendidikan dinilai belum siap memenuhi ketentuan protokol kesehatan pencegahan wabah predator ini.

Menjadikan kondisi orangtua murid terjebak dilematis keinginan kebutuhan pendidikan langsung mendapatkan bimbingan guru di sekolah, dengan mencukupkan pembelajaran melalui daring.

Ilustrasi.

Namun daring beresiko rentan terpapar ragam konten negatif. Tak hanya pornografi atau tindak kekerasan melainkan juga provokasi cara berpikir keliru, dan menyesatkan.

Kemudian di tengah kondisi dilematis tersebut, justru Pemkab menggelar helatan ‘Garut Culinary Night 2020’ berdalihkan demi pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19, yang diagendakan berlangsung setiap Jum’at dan Sabtu hingga akhir 2020 di pelataran Gedung Pendopo.

Diklaim tetap menerapkan protokol kesehatan, siapa menjamin tak terjadi kerumunan dan pelanggaran pada kegiatan serupa pusat jajanan produk sejumlah UKM itu ?

Ironisnya pula, helatan dibuka Bupati Rudy Gunawan pun bersamaan terkonfirmasi dua anggota DPRD Garut positif Covid-19. Sehingga para anggota DPRD dan ASN DPRD diharuskan mengisolasi mandiri 14 hari karena sempat menghadiri Rapat Paripurna DPRD mendengarkan Pidato Tahunan Presiden RI.

Pembukaan Garut Culinary Night dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Garut juga hadir anggota DPRD.

“Ini upaya kita melakukan langkah-langkah di mana kita ingin UKM, baik kuliner maupun usaha-usaha lain bidang UKM ini dapat terus berkembang di masa pandemik sekarang. Insya Allah ! Nanti dari satpol PP, TNI, dan Polri setiap kegiatan ini memberikan arahan bagaimana protokol kesehatan dilaksanakan,” kata Bupati.

Sejumlah orang tua siswa heran digelarnya Garut Culinary Night 2020 tersebut.  “Sekolah belum bisa tatap muka. Tetapi kegiatan pasti mengundang kerumunan seperti Garut Culinary Night 2020 dibuka. Di Pendopo lagi ? Gedung PKL untuk apa ?” sesal Indri (38) asal Tarogong Kidul, Senin (17/08-2020).

“Positif Covid-19 Terus Bertambah”

Positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus-menerus bertambah menjadi 68 kasus lantaran dikonfirmasinya tujuh warga asal empat kecamatan, Senin (17/08-2020).

Mereka tiga warga asal Kecamatan Karangpawitan terdiri perempuan 29 tahun (KC-63), perempuan 25 tahun (KC-65), dan laki-laki 32 tahun (KC-67); serta dua warga asal Kecamatan Tarogong Kidul perempuan 31 tahun (KC-62) dan laki-laki 30 tahun (KC-66).

Kemudian dua warga asal Kecamatan Tarogong Kidul terdiri perempuan 31 tahun (KC-62), dan laki-laki 30 tahun (KC-66); serta seorang warga 24 tahun (KC-64) asal Kecamatan Garut Kota; dan seorang perempuan 35 tahun asal Kecamatan Cibatu.

Sehingga positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul bertambah menjadi sembilan kasus. Tarogong Kidul menjadi kecamatan tertinggi terdapat positif Covid-19 menggeser Kecamatan Selaawi dengan delapan kasus positif Covid-19.

Disusul positif Covid-19 di Kecamatan Karangpawitan bertambah menjadi empat kasus, di Kecamatan Garut Kota menjadi tiga kasus, dan di Kecamatan Cibatu menjadi dua kasus.

Menjadikan positif Covid-19 di Kabupaten Garut yang menjalani perawatan di rumah sakit bertambah menjadi 24 kasus. Dua kasus lainnya masih menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan kasus positif dinyatakan sembuh mencapai sebanyak 39 kasus, dan tiga meninggal dunia.

Hingga, Selasa (18/08-2020), totalitas terpapar pandemi global ini menjadi 5.571 Kasus
Terdiri Suspek : 2.904 Kasus (12 Kasus isolasi mandiri, 3 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2854 Kasus discarded/selesai pemantauan, dan 35 Kasus meninggal).

Probable : 0 Kasus, Konfirmasi (+) : 68 Kasus (2 Kasus isolasi mandiri, 24 Kasus isolasi RS/perawatan, 39 Kasus sembuh, dan tiga meninggal), serta Kontak Erat : 2.599 Kasus (217 Kasus isolasi mandiri dan 2382 Kasus discarded/selesai pemantauan).

“Minim Ruang Terbuka Hijau/RTH”

Garut pun masih minim ruang terbuka hijau, RTH di kawasan perkotaan kabupaten ini hingga sekarang baru mencakup sekitar sepuluh persen luas wilayah perkotaan.

Padahal Undang Undang Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya penyediaan, dan pemanfaatan RTH dengan proporsi luasan sedikitnya 30 persen dari luas wilayah kota.

Kabupaten saat ini memiliki 27 taman termasuk di tapal batas Kabupaten Garut-Kabupaten Bandung daerah Lebak Jero Kadungora dan di tapal batas Kabupaten Garut-Kabupaten Tasikmalaya daerah Cilawu, sembilan hutan kota, dan dua tempat pemakaman umum (TPU) di bawah pengelolaan langsung Pemkab.

“Keberadaan hutan kota pun tersebar di sejumlah titik dengan luasan sangat terbatas”

Karenanya, ungkap Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Dangsani, selain mengoptimalkan ruang terbuka hijau yang ada, pihaknya terus berupaya memerluasnya dengan mewajibkan setiap pembukaan jalur jalan baru di kawasan perkotaan disediakan RTH-nya.

Merujuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, RTH merupakan area memanjang/jalur dan atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun sengaja ditanam.

“RTH di kita paling baru mencakup sepuluh persen. Maka untuk menambahnya, setiap ada pembukaan jalan baru di kawasan perkotaan, diharuskan menyediakan RTH,” imbuh Dangsani, Selasa (18/08-2020).

Dia yakin cakupan RTH di kawasan perkotaan di Garut bertambah adanya rencana pembangunan taman, dan lintasan olahraga joging sepanjang bantaran sungai Cimanuk kawasan Maktal Garut Kota pada 2021. Juga, pembangunan RTH melengkapi pembangunan kawasan komplek sarana olahraga Ciateul, katanya.

“Penataan dan pemeliharaan RTH, taman kota misalnya, perlu telaten dan operasional lumayan besar agar kondisinya tetap terawat, terutama pertumbuhan tanaman hiasnya. Jenis tanaman pun harus dipilih dari jenis tanahnya cocok, tahan sinar matahari langsung, dan tak mudah terkena polusi asap kendaraan. Apalagi di musim kemarau, harus lebih telaten,” kata Dangsani pula.

Menyiasatinya, lanjut Dangsani, pihaknya menawarkan pembangunan dan penataan taman berukuran besar ke perusahaan-perusahaan berprogram CSR (corporate social responsibility)-nya. Salah satunya taman di kawasan Bundaran Simpang Lima Tarogong Kidul.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here