Pemkab Garut Kerap Didera Gunjang-ganjing Mutasi Jabatan

0
43 views

Ilustrasi : Muhammad Erwin Ramadhan, Mahasiswa Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia.

Garut News ( Kamis, 31/12 – 2015 ).

Ilustrasi. Memburu Kursi Jabatan Struktural yang Keropos.
Ilustrasi. Memburu Kursi Jabatan Struktural yang Keropos.

Pemkab Garut selama ini hingga menjelang akhir 2015, mengesankan kerap didera gunjang-ganjing memutasi atawa merotasi pejabat.

Bahkan juga terkesan asal “comot”.

Kemudian mereka secara bergilir diposisikan kembali pada jabatan lain.

Sehingga juga mengesankan “seenak dewe”.

Malahan info terbaru, merebak-marak Bupati Rudy Gunawan diagendakan bakal menutup akhir 2015 dengan melantik sekitar 13 kepala sekolah (kepsek) tingkat SMA.

“Aya-aya wae…..nya”

“Ada 13 orang akan dilantik,” ungkap Kepala BKD kabupaten setempat Asep Sulaeman Faruq, Rabu (30/12-2015), tanpa memerinci detail lebih jauh.

Ilustrasi. (Foto : JDH.
Ilustrasi. (Foto : JDH.

Sehingga pula rencana pelantikan kepsek SMA tersebut terkesan mendadak-sontak. Meski sinyalemen bakal dilakukannya rotasi mutasi di kalangan pejabat Pemkab, sebenarnya cukup lama terdengar di kalangan birokrat.

Apalagi, isu mengemuka, jumlah pejabat dibidik rotasi mutasi mencapai ratusan orang. Terutama kalangan pejabat struktural eselon tiga, dan empat.

Kesan mendadak-sontaknya rencana pelantikan 13 kepsek SMA itu, setidaknya terlihat dari masih bolak-baliknya pejabat Disdik berkonsultasi sekaligus menyempurnakan berkas administrasi ke BKD, hingga Rabu sore.

Kepala Subag Kepegawaian Disdik Asep Saepul Hayat, enggan berbicara lebih jauh seputar pelantikan 13 kepsek SMA ini. Namun dia menegaskan, pihaknya sejak jauh hari mengajukan nama-nama akan dilantik ke BKD. Tak hanya kepsek SMA melainkan juga kepsek SMP jumlahnya jauh lebih banyak lagi.

“Kita sebenarnya ingin pelantikan kepsek tersebut, sekaligus dan beres pada 2015, agar ketika memasuki 2016 semua siap bekerja. Tetapi ya kita sebatas mengusulkan. Sedangkan keputusan pelantikan bergantung kebijakan pimpinan,” katanya.

Rotasi pejabat pada akhir tahun ini, sejak awal tak hanya menjadikan pro kontra, juga menimbulkan kegundahan di kalangan sejumlah pejabat.

Lantaran, pada pertemuan dengan sejumlah aktivis tergabung Paguyuban Aktivis Asal Garut (Pakar) di Gedung DPRD, 30 November. Rudy sempat mengaku belum bisa melakukan reformasi birokrasi sebab terkendala belum adanya pedoman teknis.

Namun dia pun, sempat menyebutkan, tujuh pejabat eselon dua harus terdegradasi dari jabatan, dan 28 pejabat setingkat kepala bidang mesti meninggalkan jabatannya sebagai konsekuensi berlakunya UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, kata bupati.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here