Pemkab Garut Kelimpungan Positif Covid-19 Semakin Merebak

0
7 views
Sejak Dahulu Kala Busana Muslimah Berprotokol Kesehatan.
Berbusana yang Adiluhung.

“Diperparah daya tampung rumah sakit sangat terbatas”

Garutnews ( Kamis, 19/11 – 2020 ).

Semakin merebaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut menjadikan Pemkab setempat kelimpungan. Lantaran selain masih banyak masyarakat tak melaksanakan protokol kesehatan.

Juga diperparah sarana fasilitas pelayanan kesehatan menampung isolasi perawatan kian mendesak segera ditambah, atau ada alternatif dari sangat terbatasnya daya tampung rumah sakit.

Bahkan kondisi tersebut ditengarai pula bertambah runyam turunnya Instruksi Mendagri Nomor. 6/2020 tentang Penegakan Prokes Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota.

Sebab, dalam instruksi tersebut ada tercantum ancaman bagi kepala daerah terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi pemberhentian.

Salah satu upaya Pemkab Garut mencegah terus menerjangnya penularan di kabupaten ini, dengan mulai membatasi kegiatan-kegiatan pertemuan bersifat kerumunan.

Kalaupun pertemuan diadakan maka batas maksimal peserta hanya dibolehkan 50 persen dari kapasitas normal ruangan tersedia. Termasuk, acara seperti resepsi pernikahan digelar di rumah maka tuan rumah mesti membuat pernyataan tertulis dengan penerapan prokes ketat disertai penjagaan petugas.

Sedangkan upaya lainnya, dibentuk Satgas Penanganan Covid-19 pada setiap lingkungan RW di seluruh kecamatan Kabupaten Garut. Langkah penguatan penegakan prokes pun difokuskan pada lingkungan keluarga.

“Kita mau melakukan langkah-langkah sekarang itu, optimal ke masing-masing desa. Terus, kita membentuk satgas rukun warga,” kata Bupati Rudy Gunawan usai melakukan video telekonferensi dengan camat se-Kabupaten Garut di Garut Command Center Gedung Pendopo Garut, Kamis (19/11-2020).

Dikatakan, saat ini, kabupatennya melakukan penguatan terkait prokes tingkat keluarga. Dia menilai jika pemahaman mengenai prokes cegah Covid-19 di lingkungan keluarga benar maka pelaksanaan prokesnya pun akan benar.

“Kalau pemahaman ini tidak ada, ya susah,” katanya.

Dia juga menegaskan penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut dilakukan tindakan lebih radikal lagi, terutama dalam penegakan, katanya pula.

Di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Garut tak boleh ada keramaian, dan tak boleh ada kegiatan-kegiatan yang mengerumunkan orang, kata dia.

Hingga, Kamis (19/11-2020) Pukul 21:54:11 WIB, terdapat 15.799 kasus wabah tersebut menerjang penduduk Kabupaten Garut, terdiri Konfirmasi 1.336 Orang,  Probable 0 Kasus, Suspect 3.369, Kontak Erat 11.094 Kasus.
********

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here