Pemkab Garut Gagal Bebaskan Bantaran DAS Cimanuk

0
33 views
Diki Ramdani Intens Selenggarakan Pengawasan.

Sepanjang Lintasan Bantaran DAS Masih Banyak Dihuni Penduduk”

Garut News ( Selasa, 26/09 – 2017 ).

Diki Ramdani Intens Selenggarakan Pengawasan.

Pemkab Garut hingga kini masih gagal secara menyeluruh membebaskan sepanjang lintasan bantaran “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cimanuk dari pemukiman penduduk.

Padahal zona berbahaya tersebut disyaratkan sedikitnya 15 meter bebas dari pemukiman.

Kenyataannya, meski tragedi puncak amuk sungai itu berlangsung sejak satu tahun silam.

Namun sampai sekarang masih banyak penduduk yang bertahan termasuk kembali bermukim pada lintasan berbahaya ini. 

Banyak Pemukiman Penduduk yang Tetap Bertahan Sepanjang Lintasan DAS Cimanuk.

“Bahkan sekaligus menjadikan lintasan badan sungai ini sebagai ladang mencari pasir dan batu”

Masih banyaknya pemukiman penduduk yang bertengger pada nyaris sepanjang lintasan DAS tersebut, selain sangat membahayakan jiwa manusia, Juga menjadi kendala pelaksanaan ‘pembuatan, peningkatan  tanggul banjir dan pelindung tebing sungai” Cimanuk Garut.

Kini pun gencar dilakukan pembangunan ‘pembuatan, peningkatan  tanggul banjir dan pelindung tebing sungai” Paket 2, sepanjang 1,5 km berketinggian enam meter dari pondasi bernilai kontrak Rp19.875.289.000,00 yang dilaksanakan PT. Serena Abadi sejak 3 Maret 2017.

Pihak Pelaksana Pembangunan Kerap Terkendala Tetap Bertahannya Bangunan Rumah Penduduk.

Dengan waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender, yang hingga Akhir Agustus 2017 lalu mencapai 45 persen selesai.

Namun kendalanya kerap berbenturan dengan penduduk yang masih bermukim pada bantaran lintasan DAS ini, bahkan untuk membuat saluran sodetan pun pihak pelaksana terpaksa sangat alot memberikan pemahaman kepada penduduk sekitarnya.

Padahal pihak pelaksana hanya sebagai eksekutor melaksanakan kegiatan pembangunan, sedangkan masalah sosial kemasyarakatan lainnya merupakan ranah kewenangan Pemkab setempat, ungkap Pengawas Proyek Yayan, serta Pembantu Pengawas Diki Ramdani.

Pembangunan Tanggul.

“Jika Pemkab saja tak bisa tuntas membebaskan pemukiman penduduk sepanjang lintasan DAS, apalagi kami-kami ini,” ungkap Diki Ramdani antara lain menambahkan kepada Garut News, Selasa (26/09-2017).

Dalam pada itu, sangat derasnya debet air hingga mencapai ketinggian delapan meter lebih pada puncak amuk Sungai Cimanuk 20 September 2016 silam.

Lantaran dipicu tingginya intensitas curah hujan yang mencapai sekitar 255 mm per jam, mulai pukul 22.00 WIB.

Pemukiman Penduduk Sepanjang Bantaran Li89ntasan DAS Cimanuk.

Menurut penduduk seputar bekas lokasi bencana, ketinggian pembangunan tanggul tersebut masih perlu penambahan ketinggiannya berkisar 1,5 hingga dua meter, sebab jika kembali terjadi banjir dengan ketinggian air delapan meter lebih, dipastikan bencana serupa bakal terulang.

Saat ini pun, disiapkan total keseluruhan sekitar 1.300 unit rumah hunian tetap korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, yang menelan 50 lebih korban meninggal, diupayakan bisa tuntas pembangunannya pada pertengahan 2018 mendatang, katanya.

Pemilik Tanah Tebing Terindikasi Kuat Tak Memberi Akses Jalan Untuk Bangun Tanggul.

Se-dangkan banyaknya korban terdampak banjir bandang itu, yang menjadi pengungsi pada hunian sementara (huntara), mereka sangat mengharapkan bisa segera direlokasi sekaligus berharap banyak dilakukan pelatihan keterampilan, serta bantuan modal usaha.

Bagi korban terdampak yang rumahnya rusak berat, juga mereka mengharapkan bantuan pemerintah untuk bisa merehabilitasinya.

 

**********