Pemerintah/Pemkab Garut Didesak Segera Benahi Distribusi

0
42 views

Garut News ( Selasa, 03/03 – 2015 ).

Kesal Menunggu Pasokan Gas Elpiji Tiga Kilogram, Diperarah Mahalnya Harga Beras. (Foto : John Doddy Hidayat).
Kesal Menunggu Pasokan Gas Elpiji Tiga Kilogram, Diperarah Mahalnya Harga Beras. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kondisi harga beragam jenis barang kebutuhan pokok masyarakat di Garut, Jawa Barat, masih terus meningkat.

Menyusul kenaikan harga tersebut, bahkan terjadi sebelum kenaikan harga “Bahan Bakar Minyak” (BBM) jenis premium per 1 Maret 2015 menjadi Rp6.800 per liter dari semula Rp6.700 per liter.

Pada lokasi pasar-pasar tradisional, harga beras kualitas paling bagus jenis Sarinah kini berkisar Rp12.500-Rp13.000 per kg.

pelbagai jenis barang lainnya juga mengalami kenaikan harga bervariatif.

Di warung-warung pengecer, harga beras rata-rata mencapai Rp13.000 per kilogram. Itupun nyaris seluruhnya campuran atawa oplosan beragam jenis beras berlainan kelas.

Sehingga, yang terpukul paling telak kaum ibu rumah tangga. Mereka galau mengatur keuangan agar bisa membeli kebutuhan pokok dan hal lainnya.

Sejak BBM turun itu, ongkos atawa harga barang enggak pernah turun. Malahan sekarang semuanya serba naik.

Beras mahal. Gas sulit. Kudu bagaimana ini?, ungkap Dewi(30) ibu rumah tangga di Kelurahan Pataruman Tarogong Kidul, Selasa (03/03-15).

Pemilik Toko Garsela Central Beras Dedi Kurniawan meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemkab Garut segera turun tangan mengendalikan harga, terutama harga sembilan bahan pokok (sembako). Salah satunya dengan menggelar operasi pasar, serta membenahi distribusi.

Kenaikan harga sembako ini juga kan akibat pernah naiknya harga BBM, dan hari ini malah naik lagi. Harga beras di pasar eceran rata-rata Rp12.500-Rp13.000 per kg.

Meski, saya sendiri masih bertahan menjual beras dengan harga eceran tertinggi Rp11.500 per kg. Gas susah didapat, dan mahal.

Beras juga mahal, tandasnya.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here