Pemenuhan Air Bersih Dua Desa Terpaksa Manfaatkan Sungai

0
22 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 10/03 – 2016 ).

Ilustrasi. Sarat Promosi.
Ilustrasi. Sarat Promosi.

Ratusan penduduk di Desa Cinta, dan Cintamanik Karangtengah, Garut terpaksa memanfaatkan aliran air sungai memenuhi kebutuhan air bersih.

Mereka mengalami krisis air bersih lantaran pipa-pipa salurannya selama ini biasa memasok bersumber mata air Kuda Depa rusak tertimbun longsor, menyusul hujan deras sejak Ahad (06/03-2016) petang kemarin.

Pemuka masyarakat Desa Cinta Eman Sulaeman katakan, warga dua desa tersebut bahkan sempat selama dua hari terpaksa tak mandi. Sebab kondisi air pada sejumlah aliran sungai kecil di daerah mereka juga tak bisa dimanfaatkan sebab keruh berlumpur.

“Sehingga kebutuhan memasak pun hanya memanfaatkan air bersih cadangan terdapat sebelumnya”

Padahal selama ini, mereka memeroleh air bersih dari pasokan disalurkan dari mata air Kuda Depa Desa Cintamanik. Hanya beberapa di antaranya memiliki sumur gali. Kondisi geografis Desa Cinta maupun Desa Cintamanik dan sekitarnya itupun berbukit-bukit, malahan terbilang rawan bencana pergerakan tanah, atawa longsor.

Keberadaan sumber mata air Kuda Depa juga tak hanya dimanfaatkan warga Desa Cinta, dan Desa Cintamanik melainkan juga hingga Desa Caringin, dan sekitarnya.

“Ada tiga titik pipa saluran air terimbas bencana. Selain putus tertimbun longsor, ada juga hilang tergerus air deras dari luapan sungai alirannya tersumbat material longsor termasuk bongkahan rumpun bambu. Di Blok Cinampeu, Cihaneut, dan Cileles,” ungkap Eman pula, Kamis (10/03-2016).

Menyusul kejadian tersebut, dia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan pipanisasi air bersih agar kesulitan penduduk mendapatkan air bersih tak berlarut-larut.

Harapan senada dikemukakan Kepala Desa Cinta Gaos Hamdani. Dia menyebutkan, selain longsor menyebabkan terputusnya pipa air bersih, di waktu bersamaan, longsor juga terjadi di sejumlah titik, dan mengancam beberapa rumah penduduk.

Sedikitnya satu rumah penduduk juga rusak sebagian diterjang luapan air sungai. Jalan kabupaten menghubungkan Desa Cinta dengan Cintamanik bahkan sempat terputus akibat tertimbun longsoran tebing berketinggian sekitar 15 meter di Kampung Cibulakan.

Upaya pembersihan material longsor berketebalan sekitar 50 centimeter menimpa ruas badan jalan selebar tiga meter sepanjang sekitar 25 meter itu pun menelan waktu hingga tiga hari lebih. Kendati dikerahkan satu unit alat berat bechoe. Menyebabkan arus lalu lintas maupun aktivitas perekonomian warga sempat lumpuh.

“Ada jembatan yang kirmir atau bronjongnya ambruk seperti di jembatan Citameng dan Cileles. Ada tebing yang TPT (Tembok Penahan Tanah)-nya untuk pengamanan pemukiman ambrol. Akses ke Nyalindung, Negla, dan Patrol pun terganggu. Keamanan pengguna kendaraan terutama roda empat juga riskan, dan saat ini, masih diberlakukan buka tutup,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, anggota DPRD Kabupaten Garut Yusuf berharap Pemkab segera mengambil langkah penanganan terutama mengatasi krisis air bersih dialami warga akibat rusaknya sambungan pipa air bersih.

“Mudah-mudahan paskabencana ini ada tindak lanjut, terutama mengenai saluran air bersih, kirmir, dan TPT secepatnya. Ada perhatian nyata dinas terkait. Jangan hanya sebatas mengontrol lalu ditinggalkan ! Saya juga ucapkan terima kasih pada tiga kades serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Karangtengah yang cepat tanggap menyangkut penanganan daruratnya,” ujar Yusuf yang tembok bangunan rumahnya juga mengalami retak akibat kejadian longsor itu.

Menyangkut kerugian akibat bencana longsor di Desa Cinta, dan Desa Cintamanik, Yusuf  juga warga Desa Cinta itu menyatakan belum diketahui karena masih dilakukan penghitungan.

******

( nz, jdh ).