Pembebasan Tanah Terminal Cibatu Terbentur Dana “Cekak”

0
231 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 18/01 – 2016 ).

Ilustrasi. Cibatu.
Ilustrasi. Cibatu.

Mendesak segera diperlukan sekurang-kurangnya satu hektare tanah, guna memenuhi kebutuhan bakal lokasi pembangunan Terminal Cibatu di Desa Cibunar, Garut, Jawa Barat.

Kepala Dishub kabupaten setempat Wahyudijaya katakan, tanah untuk pembangunan sarana terminal berlokasi berdekatan Pasar Cibatu itu baru tersedia sekitar setengah hektare. Sedangkan sisa tanah mesti dibebaskan merupakan tanah milik penduduk.

“Kita menurunkan tim ke lapangan melakukan pengukuran lahan. Tanah ada sekitar setengah hektare. Inginnya dibulatkan jadi satu hektare. Tetapi enggak tahu, tampaknya anggarannya kurang mencukupi. Permasalahan ini, kita koordinasi dengan Bagian Pemerintahan (Setda Garut),” katanya, Senin (18/01-2016).

Menurut dia, terminal akan dibangun diproyeksikan bertipe C sebagai titik simpul pelbagai moda kendaraan berprioritas layanan kendaraan umum angkutan kota, dan angkutan pedesaan.

Terminal itu pun sekaligus sebagai simpul pengumpan dari Stasiun Kereta Api Cibatu dengan rencana pembangunan gate jalur tol “Cileunyi Tasikmalaya” (Citas) melintasi belakang Pasar Cibatu, katanya pula.

Dikemukakan, selain kekurangan lahan untuk terminal, pihaknya juga masih harus membebaskan lahan untuk akses masuk terminal.

Keberadaan terminal di Cibatu sangat diharapkan masyarakat, terutama warga Cibatu dan sekitarnya untuk memudahkan layanan terhadap kebutuhan titik pemberangkatan, dan pemberhentian kendaraan umum. Terutama angkot dan angkutan pedesaan.

Terminal tersebut dinilai sangat strategis lantaran dekat dengan lintasan jalan nasional Bandung-Tasikmalaya via Malangbong, serta tak jauh dari stasiun Kereta Api.

Jalan Cibatu juga bersambung langsung dengan daerah Leuwigoong terus ke Balubur Limbangan, atau Banyuresmi ke Garut, maupun Leuwigoong terus ke Leles dan Kadungora.

Selama ini, titik pemberangkatan atawa pemberhentian angkot tak jelas, setelah lahan bekas Terminal Cibatu dijadikan sebagai tempat relokasi pasar darurat, menyusul kebakaran Pasar Cibatu 2005 lalu.

Menjadikan lalu lintas berbagai moda angkutan menjadi semrawut sebab berbaur dengan angkutan penumpang delman. dan ojek.

Padahal sedikitnya terdapat tiga kjalur angkutan biasa melintasi daerah Cibatu, terdiri angkot jurusan Terminal Guntur-Cibatu, Terminal Guntur-Malangbong, dan Cibatu-Balubur Limbangan.

******

(nz,jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here